Menperin Akui Pelaku IKM Paling Ulet dan Inovatif

Rabu, 11 November 2015 - 11:31 WIB
Menperin Akui Pelaku...
Menperin Akui Pelaku IKM Paling Ulet dan Inovatif
A A A
PADANG - Kreativitas dan kegigihan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) diakui sekaligus diapresiasi oleh pemerintah. Mereka sigap memberi sentuhan artistik dan cepat beradaptasi dengan kondisi pasar.

Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengungkapkan hal itu usai berbincang dengan pelaku IKM yang mengikuti pameran Visualisasi Temuan Inovasi Gugus Kendali Mutu di Padang, 10 September 2015.

"Di Bali, saya bertemu dengan perajin muda yang mengolah cangkang kerang menjadi kerajinan lampu. Kemarin di Rote, ada mama-mama penenun yang memakai kelapa dan damar merah. Sekarang di Padang, karya inovatif dari IKM-IKM seluruh Indonesia semakin membuktikan keunggulan pelaku usaha," katanya.

Inovasi-inovasi itu juga dimungkinkan oleh pola interaksi langsung IKM dengan pembeli, baik pemakai akhir atau pengusaha yang menjadi mitra mereka. Kemenperin melalui satuan kerja di daerah seperti Balai Riset dan Standardisasi Industri (Baristand) dan lembaga pendidikan pelatihan juga melakukan pendampingan.

Bagi pemerintah daerah, penguatan kemampuan IKM dinilai memicu pemanfaatan potensi sumber daya alam dan budaya lebih lanjut.

"Khusus untuk konvensi GKM di Padang ini menunjukkan Kementerian Perindustrian sangat fokus pada peningkatan kualitas IKM," kata Penjabat Gubernur Sumatera Barat, Reydonnyzar Moenek.

Pada Agustus lalu, di Sumbar digelar Sawahlunto Internasinal Songket Festival (SISCA) untuk mengangkat nama produk industri kreatif. Kontribusi IKM tercatat sebesar 34,56% terhadap pertumbuhan industri pengolahan nonmigas secara keseluruhan.

Merujuk data BPS 2014, terdapat 3,5 juta unit usaha IKM yang merupakan 90% dari total unit usaha industri nasional. Jumlah unit usaha tersebut mampu menyerap tenaga kerja 8,4 juta orang dan berdampak pada meningkatnya ekonomi nasional.

Peningkatan kualitas dan kreativitas produksi IKM juga diyakini mampu memenangi persaingan ketika Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) berlaku akhir tahun ini.

Akses modal juga dibuka lebih luas oleh pemerintah melalui paket kebijakan ekonomi III yang memperluas pemberian kredit modal kerja untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan menurunkan bunga kredit usaha rakyat (KUR) 22% per tahun menjadi 12% per tahun dan pada tahun depan menyusut menjadi 9%.

Kemenperin membidik target penumbuhan populasi industri selama lima tahun ke depan yang cukup besar yaitu industri kecil sebanyak 20 ribu dan peningkatan skala usaha 4.500 industri kecil menjadi industri menengah dalam lima tahun.

Kunjungan ke Padang itu merupakan rangkaian kegiatan Menperin membuka Konvensi Nasional Gugus Kendali Mutu-Industri Kecil dan Menengah (GKM-IKM) yang digelar Ditjen Industri Kecil dan Menengah Kemenperin.

Dirjen IKM Kemenperin Euis Saedah mengatakan, konvensi mempertemukan pembina, fasilitator GKM dan para pengusaha IKM serta anggota GKM-IKM di Indonesia guna memperkokoh komitmen terhadap mutu yang merupakan modal dasar untuk mampu berdaya saing dalam pasar bebas sekarang ini.

"Ujung tombak mutu proses dan hasil produksi adalah rekan-rekan fasilitator GKM yang nantinya membekali IKM lebih profesional," ujarnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IKM Pangan Capai 1,86...
IKM Pangan Capai 1,86 Juta Unit Usaha, IFI Menyeleksi yang Terbaik
Penjualan Sepeda Melonjak,...
Penjualan Sepeda Melonjak, Industri Kecil Menengah Harus Ambil Peran
Kemenperin Dorong IKM...
Kemenperin Dorong IKM Tembus Pasar Ekspor, Ini Caranya
Resep Kemenperin Lezatkan...
Resep Kemenperin Lezatkan IKM Pangan
Pemenang Startup4Industry...
Pemenang Startup4Industry 2020 Ciptakan Otomasi Penopang Produksi IKM
Mengintip Resep Sukses...
Mengintip Resep Sukses IKM Unggulan Indonesia Food Innovation 2021
Berita Terkini
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
16 menit yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
39 menit yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
1 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
2 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
11 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved