OJK: Pemahaman Masyarakat soal Sukuk Syariah Minim

Kamis, 12 November 2015 - 18:32 WIB
OJK: Pemahaman Masyarakat...
OJK: Pemahaman Masyarakat soal Sukuk Syariah Minim
A A A
JAKARTA - Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida mengatakan, pengembangan sukuk syariah di Indonesia saat ini masih sangat kecil, karena pemahaman masyarakat awam tentang sukuk syariah masih minim.

Menurutnya, OJK akan memberikan edukasi kepada masyarakat agar memahami betul mengenai manfaat sukuk syariah.

"Memang kalau kita lihat dari data-data yang ada, sukuk maupun produk-produk lainnya yang bernuansa syariah masih sangat kecil. Belum lagi pemahaman masyarakat soal sukuk syariah masih minim," kata Nurhaida di Jakarta, Kamis (12/11/2015).

Dia mengatakan, pada dasarnya dalam roadmap banyak program yang akan dilakukan di 2016 maupun 2017. Namun untuk membuat produk tertentu, bagaimana meningkatkan supply, salah satunya meningkatkan penerbitan sukuk.

"Jadi yang akan dilakukan OJK bersama pihak terkait yaitu edukasi, karena kalau kita lihat isu utama di pasar modal dan syariah, yang menjadi kendala utama adalah pemahaman masyarakat," jelas dia.

Edukasi tersebut, tambah Nurhaida berawal dari pendekatan-pendekatan dan dialog sesering mungkin kepada masyarakat tentang sukuk secara umum dan sukuk syariah.

"Tentu kita akan lakukan pendekatan atau dialog yang lebih intens dengan pihak-pihak atau perusahaan yang berpotensi terbitkan sukuk. Itu bisa saja BUMN, swasta murni. Itu akan dilakukan dan sudah masuk program kita untuk mengedukasi dan melakukan diskusi supaya mereka paham manfaatnya, tidak susah," jelas Nurhaida.

Kedua, OJK juga mencoba melihat apakah perlu ada pemberian insentif untuk penerbitan sukuk. Misalnya, pungutan yang tidak sama dengan konvensional.

"Sekarang ini sebetulnya sudah ada keringanan di IPO atau penawaran umum sukuk. Batas maksimum yang dikenakan ke mereka sudah lebih rendah dibandingkan maksimum yang dikenakan pada produk-produk konvensional," jelasnya.

Pihaknya akan terus memantau dan menkaji untuk membangkitkan niat perusahaan menerbitkan sukuk. "Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita edukasi. Penerbitan sukuk tidak hanya sukuknya, harus ditingkatkan supply-nya, tapi yang menyangkut demand juga harus dibentuk. Jadi dua sisi itu akan kita kembangkan," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
OJK Gelar Edukasi Keuangan...
OJK Gelar Edukasi Keuangan untuk Pelajar
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
Bikin Cemas Banyak Orang,...
Bikin Cemas Banyak Orang, Ini Detail Aturan Main POJK Stimulus Covid-19
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Pada Level Terkendali
OJK Menyadari Pentingnya...
OJK Menyadari Pentingnya GRC Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan
Berita Terkini
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
1 jam yang lalu
TBS Foundation Dukung...
TBS Foundation Dukung Penanganan Kesehatan Warga Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin
3 jam yang lalu
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
5 jam yang lalu
Lanjutkan Tren Swasembada...
Lanjutkan Tren Swasembada Pangan RI, Mentan: Sudah 8 Komoditas, Tinggal Tiga Belum
5 jam yang lalu
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
8 jam yang lalu
Infografis
Respons Rusia soal Trump...
Respons Rusia soal Trump Telepon Putin untuk Akhiri Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved