Harga Tanah Melangit Sulitkan Pengembang Perumahan Bersubsidi

Sabtu, 28 November 2015 - 06:34 WIB
Harga Tanah Melangit...
Harga Tanah Melangit Sulitkan Pengembang Perumahan Bersubsidi
A A A
SEMARANG - Harga tanah yang semakin mahal menyulitkan pengembang perumahan sederhana bersubsidi atau perumahan dengan Fasilitas Liquiditas Pembiayaan Perbankan (FLPP).

Akibatnya, banyak pengembang perumahan sederhana tidak begitu tertarik membangun rumah bersubsidi. Mereka lebih memilih membangun rumah komersial, meski harganya lebih mahal.

Wakil Ketua REI Jateng Bidang Tata Ruang, Joko Santoso mengatakan, harga tanah di wilayah Jawa Tengah saat ini terus mengalami kenaikan. Untuk mendapatkan tanah dengan harga di kisaran Rp100-Rp200 ribu per meter, sudah susah.

Padahal, kata Dia, untuk membangun perumahan FLPP, harga tanah sangat mempengaruhi. Jika harga tanah sudah lebih dari Rp200 ribu per meter, untuk membangun rumah sederhana sudah tidak memungkinkan.

“Memang masih ada harga tanah yang murah tapi, sudah sangat terbatas dan rata-rata tidak ada fasilitas jalan,” ujarnya, Jumat (27/11/2015).

Joko menuturkan, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor lambatnya pembangunan rumah sederhana di Jawa Tengah. Hingga saat ini, pembangunan rumah sederhana di Jawa Tengah masih jauh dari target.

Total pembangunan rumah pada tahun ini termasuk di dalamnya rumah komersial dan rumah sederhana baru mencapai 6.000 unit. Padahal, targetnya 16 ribu rumah sederhana terbangun di Jawa Tengah pada program satu juta rumah yang dicanangkan oleh Presiden.

"Dari awal tahun hingga saat ini jumlah rumah sederhana yang baru terbangun sebanyak 3.600 unit,” ujarnya.

Sebab itu, lanjut Joko, DPD REI Jateng mengusulkan kepada pemerintah supaya menaikkan harga rumah sederhana, menjadi Rp200 juta per unit. Harga Rp200 juta dianggap realistis.

Di sisi lain, menurutnya, konsumen saat ini juga menuntut rumah yang memiliki fasilitas lengkap. "Harga Rp200 juta per unit sudah sangat realistis, karena tentu dengan spek bangunan yang lebih bagus,” ujarnya.

Wakil Ketua REI Jateng Bidang Perumahan Rakyat Andi Kurniawan menambahkan, program percepatan pembangunan perumahan bisa berjalan dengan baik dan sesuai target jika ada campur tangan dari pemerintah setempat.

Setidaknya pemerintah, melakukan pemetaan wilayah-wilayah mana saja yang bisa digunakan untuk pembangunan rumah sederhana. “Paling tidak pemerintah membantu pemetaan lokasi mana saja yang harganya sekitar Rp200 ribuan per meter, dan sesuai tata ruang bisa dibangun perumahan,” tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perumahan Butuh Sarana...
Perumahan Butuh Sarana Prasarana
Belajar Usaha Membangun...
Belajar Usaha Membangun Perumahan untuk Pemula (Bagian-4)
Pengembang Properti...
Pengembang Properti Tak Gentar Diterpa Corona, Pembangunan Berlanjut
DMS Propertindo Siapkan...
DMS Propertindo Siapkan Strategi Hadapi Pandemi
Serius Menyelami Dunia...
Serius Menyelami Dunia Bisnis, Sektor Properti Jadi Pilihan
Beli Rumah Bonus Emas,...
Beli Rumah Bonus Emas, Hanya di Cluster The Hermosa Garden
Berita Terkini
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
2 jam yang lalu
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
3 jam yang lalu
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
3 jam yang lalu
Tunggu Penerbitan PP,...
Tunggu Penerbitan PP, Pemerintah Godok Aturan Enam KEK Baru
4 jam yang lalu
Di Bawah Naungan Danantara,...
Di Bawah Naungan Danantara, Pegadaian Siap Akselerasi Ekosistem Bank Emas ke Kancah Internasional
4 jam yang lalu
JPMorgan Peringatkan...
JPMorgan Peringatkan Risiko Baru MicroStrategy
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved