Bandara Soetta Belum Butuh Tambahan Runway

Selasa, 15 Desember 2015 - 02:17 WIB
Bandara Soetta Belum...
Bandara Soetta Belum Butuh Tambahan Runway
A A A
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan mengatakan dalam meningkatkan pergerakan pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) belum dibutuhkan tambahan runway. Namun, yang lebih penting meningkatkan kapasitas dan kualitas navigasi udara.

"Gini, kalau mau naikkan movement pesawat 50% dari 72 pergerakan menjadi 100 pergerakan misalnya, tidak perlu menambah runway. Yang perlu ditingkatkan itu navigasi udaranya. Saya kira runway yang ada di Soetta itu masih bisa menampung. Tinggal bagaimana meningkatkan kualitas navigasi udara. Dan, ini memang butuh waktu," ujarnya, dalam National Economic Forum yang digelar di Jakarta, Senin (14/12/2015) malam.

Menurutnya dengan penambahan runway di Bandara Soetta akan membutuhkan waktu yang panjang. Bukan hanya dari sisi perencanaan maupun pembiayaan namun yang lebih penting butuh proses pembebasan lahan. "Kalau bangun runway ya berapa lama. Pasti lama, sementara bandara itu idealnya harus steril. Karena itu kalau saya yang perlu ditingkatkan itu hanya dari sisi navigasi udara," ujarnya.

Dia juga menambahkan, saat ini Indonesia terutama di Jakarta, sudah cukup mempunyai dua bandara yakni Bandara Soetta dan Bandara Halim. Adapun badan usaha maskapai yang berencana membangun bandara baru dinilai tidak masalah, selama memenuhi persyaratan dari regulator udara Kementerian Perhubungan.

"Saya kira ngak masalah, mereka (maskapai) bangun bandara baru. Yang penting memenuhi persyaratan sebagaimana yang ditetapkan regulator. MoU boleh saja, karena itu khan proses awal, tapi yang penting aturannya juga diikuti," pungkas dia.

Sebagai informasi, sejumlah badan usaha maskapai seperti Garuda melalui sinergi BUMN berencana mengembangkan bandara milik anak usaha PT Pertamina yakni Bandara Pondok Cabe. Namun, Jonan memastikan bahwa Ibukota Jakarta, belum membutuhkan bandara tambahan selain yang ada saat ini dan lebih menekankan pada pentingnya tahapan pengembangan kualitas teknologi navigasi udara Indonesia yang dikelola Airnav Indonesia.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ignasius Jonan Resmi...
Ignasius Jonan Resmi Duduki Kursi Komisaris Unilever
Mengenal Ignasius Jonan,...
Mengenal Ignasius Jonan, Sosok Pembawa Perubahan KAI
Ignasius Jonan Mundur...
Ignasius Jonan Mundur dari Posisi Komisaris Independen Sido Muncul
Mantan Menteri Jokowi...
Mantan Menteri Jokowi Jabat Presiden Komisaris Perusahaan Pialang Asuransi Asing
Rambah Dunia TI, Ignasius...
Rambah Dunia TI, Ignasius Jonan Jadi Komut Anabatic Technologies
Ignasius Jonan dan AHY...
Ignasius Jonan dan AHY Bertemu Prabowo, Bahas Utang Whoosh?
Berita Terkini
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
11 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
25 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
1 jam yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Infografis
AS Butuh Rp15.919 Triliun...
AS Butuh Rp15.919 Triliun untuk Memodernisasi Senjata Nuklirnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved