Jonan Anggap Kemacetan di Indonesia Masih Wajar
Selasa, 29 Desember 2015 - 04:47 WIB
Jonan Anggap Kemacetan di Indonesia Masih Wajar
A
A
A
KUTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan menilai, kemacetan di Indonesia masih wajar seperti yang terjadi di beberapa negara lain.
"Kemacetan di Indonesia ini tergantung seasonnya, jadi kalau misalnya di negera maju pun hari-hari besar sama macet, di China, Jepang. Jadi menurut saya ya masih wajar-wajar saja," katanya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Senin (28/12/2015).
Dia menjelaskan, untuk kemacetan yang terjadi di Pulau Jawa itu dari Jakarta, Bandung, Tasik dan Jawa Tengah. "Bagaimana kalau tidak macet, semuanya banyak pergi pastinya ya tidak macet. Kalau semua orang tumlek di situ pada saat bersamaan pastinya macet. Kayak di Malayasi, New York kalau musim libur juga sama macetnya," ungkap Jonan.
Jonan sempat mempertanyakan, apakah saat ini masih bisa memperluas jalan? "Kalau setahun itu nambah 10%-20% jalan raya, menurut saya itu tidak akan bisa. Kalau semisal di Jawa itu nambah 20% panjang jalannya apa itu bisa? Di sini mobilnya nambah terus," katanya.
Dia menambahkan, saat ini apakah masyarakat bisa dibatasi. Di Jakarta untuk menguraikan kemacetan sempat membuat peraturan yang membatasi kendaraan jalan soal nomer plat ganjil dan genap.
"Kita lihat sekarang apakah itu jalan. Saat ini salah satunya untuk mencari solusi ya masyarakat beralih dari kendaraan umum ke transportasi umum," pungkas dia.
"Kemacetan di Indonesia ini tergantung seasonnya, jadi kalau misalnya di negera maju pun hari-hari besar sama macet, di China, Jepang. Jadi menurut saya ya masih wajar-wajar saja," katanya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Senin (28/12/2015).
Dia menjelaskan, untuk kemacetan yang terjadi di Pulau Jawa itu dari Jakarta, Bandung, Tasik dan Jawa Tengah. "Bagaimana kalau tidak macet, semuanya banyak pergi pastinya ya tidak macet. Kalau semua orang tumlek di situ pada saat bersamaan pastinya macet. Kayak di Malayasi, New York kalau musim libur juga sama macetnya," ungkap Jonan.
Jonan sempat mempertanyakan, apakah saat ini masih bisa memperluas jalan? "Kalau setahun itu nambah 10%-20% jalan raya, menurut saya itu tidak akan bisa. Kalau semisal di Jawa itu nambah 20% panjang jalannya apa itu bisa? Di sini mobilnya nambah terus," katanya.
Dia menambahkan, saat ini apakah masyarakat bisa dibatasi. Di Jakarta untuk menguraikan kemacetan sempat membuat peraturan yang membatasi kendaraan jalan soal nomer plat ganjil dan genap.
"Kita lihat sekarang apakah itu jalan. Saat ini salah satunya untuk mencari solusi ya masyarakat beralih dari kendaraan umum ke transportasi umum," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :