Menperin Usulkan Asing Kuasai Industri Bahan Baku Obat

Rabu, 13 Januari 2016 - 17:38 WIB
Menperin Usulkan Asing...
Menperin Usulkan Asing Kuasai Industri Bahan Baku Obat
A A A
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengemukakan dalam revisi Daftar Negatif Investasi (DNI) yang tengah digodok, pihaknya mengajukan usulan agar sektor hulu farmasi atau bahan baku obat juga diusulkan agar dapat terbuka untuk mayoritas asing.

Dia mengatakan, saat ini 90% bahan baku untuk obat-obatan masih berasal dari impor. Hal ini pun menyebabkan harga obat di dalam negeri cukup mahal.

Karena itu, sambung politisi Partai Hanura ini, agar bisa memproduksi bahan baku obat di dalam negeri maka akan lebih baik jika asing diundang untuk masuk ke dalam negeri dan memproduksi bahan baku obat di Indonesia. Asing pun diusulkan untuk bisa memiliki saham hingga 100% di industri hulu farmasi.

"Agar bisa memproduksi bahan baku obat di dalam negeri, salah satu adalah kenapa kita enggak buka asing untuk memiliki saham sampai 100% agar mereka memproduksi di dalam negeri. Sehingga bahan baku tersebut bisa lebih murah," katanya di Kantor Kemenko bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (13/1/2016).

Menurutnya, dengan terbukanya industri hulu farmasi maka bahan baku obat akan dapat diproduksi di dalam negeri. Selanjutya, secara bertahap Indonesia akan mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat.

(Baca Juga: Revisi DNI, Mendag Lembong Buka Pintu Lebar Asing Masuk RI)

"Ya untuk hulunya ada pemikiran seperti itu (dibuka 100%). Kalau asing bisa masuk memproduksi di hulu untuk bahan baku obat kan lebih bagus, sehingga dengan sendirinya kan kita mengurangi importasi bahan baku obat tersebut," harap dia.

Saleh menambahkan, revisi DNI ini dimungkinkan menjadi salah satu poin yang masuk dalam paket kebijakan ekonomi jilid IX. "Nanti ini dalam waktu cepat kalau minggu ini sudah, minggu depan kan bisa diselesaikan kan bisa diumumkan dalam paket kebijakan," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenperin Dorong Kemandirian...
Kemenperin Dorong Kemandirian Industri Farmasi di Tengah Pandemi
90% Kebutuhan Obat Nasional...
90% Kebutuhan Obat Nasional Mampu Dipenuhi Industri Farmasi Dalam Negeri
Kunci Kemandirian Industri...
Kunci Kemandirian Industri Farmasi, Penghitungan Kandungan Dalam Negeri Diubah
Pertajam Taji Industri...
Pertajam Taji Industri Farmasi dan Alat Kesehatan
Kurangi Dampak Corona,...
Kurangi Dampak Corona, Kemenperin Pacu Investasi Sektor Padat Karya
Kemenperin Terus Kawal...
Kemenperin Terus Kawal Investasi di Sektor Industri
Berita Terkini
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
23 menit yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
1 jam yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
1 jam yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
2 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
3 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
3 jam yang lalu
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved