Utang Luar Negeri Naik 3,2%

Senin, 18 Januari 2016 - 23:15 WIB
Utang Luar Negeri Naik...
Utang Luar Negeri Naik 3,2%
A A A
JAKARTA - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2015 naik 3,2% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Oktober 2015 sebesar 2,5% (yoy). Kenaikan tersebut terutama didorong peningkatan utang luar negeri berjangka panjang.

Di mana utang luar negeri berjangka panjang tumbuh 6,1% (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan pada Oktober 2015, sebesar 5,5% (yoy).

"Sedangkan utang luar negeri berjangka pendek mengalami penurunan (-12,5, yoy). Dengan pertumbuhan tersebut, posisi utang luar negeri Indonesia pada akhir November 2015 tercatat sebesar USD304,6 miliar," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara di Jakart, Senin (18/1/2016).

Dia menuturkan, berdasarkan jangka waktu asal, posisi utang luar negeri Indonesia didominasi oleh utang luar negeri berjangka panjang (86,6% dari total utang luar negeri). Utang luar negeri berjangka panjang pada November 2015 mencapai USD263,9 miliar, terdiri dari utang luar negeri sektor publik sebesar USD134,8 miliar (51,1% dari total utang luar negeri jangka panjang) dan utang luar negeri sektor swasta sebesar USD129,1 miliar (48,9% dari total utang luar negeri jangka panjang).

Sementara utang luar negeri berjangka pendek, kata Tirta, sebesar USD40,7 miliar (13,4% dari total utang luar negeri), terdiri dari ULN sektor swasta sebesar USD37,7 miliar (92,7% dari total utang luar negeri jangka pendek) dan utang luar negeri sektor publik sebesar USD3,0 miliar (7,3% dari total utang luar negeri jangka pendek).

Berdasarkan kelompok peminjam, lanjut dia, peningkatan pertumbuhan utang luar negeri pada November 2015 terjadi pada utang luar negeri sektor swasta maupun utang luar negeri sektor publik.

Utang Luar Negeri Swasta

Di sisi lain, utang luar negeri sektor swasta tumbuh 3,4% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 2,5% (yoy), terutama dipengaruhi oleh utang luar negeri nonbank. Sementara itu, utang luar negeri sektor publik tumbuh 2,9% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 2,6% (yoy).

"Dengan perkembangan tersebut, posisi utang luar negeri sektor publik dan swasta, masing-masing tercatat sebesar USD137,7 miliar (45,2% dari total utang luar negeri) dan USD166,8 miliar (54,8% dari total utang luar negeri)," jelas Tirta.

Menurut sektor ekonomi, utang luar negeri swasta pada akhir November 2015 terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas dan air bersih. Pangsa utang luar negeri keempat sektor tersebut terhadap total utang luar negeri swasta mencapai 75,9%.

Dia mengungkapkan, jika dibandingkan bulan sebelumnya, pertumbuhan tahunan utang luar negeri sektor keuangan, sektor industri pengolahan, dan sektor listrik, gas dan air bersih tercatat mengalami peningkatan.

Sementara itu, pertumbuhan tahunan utang luar negeri sektor pertambangan mengalami kontraksi yang lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya. Bank Indonesia memandang perkembangan utang luar negeri November 2015 masih cukup sehat, namun perlu terus diwaspadai risikonya terhadap perekonomian.

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus memantau perkembangan utang luar negeri khususnya utang luar negeri sektor swasta," ujar Tirta.

Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan bahwa utang luar negeri dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Utang RI Menumpuk Akibat...
Utang RI Menumpuk Akibat Pandemi, Rekomendasi Ini Bisa Diambil Pemerintah
Terungkap! Utang Pemerintah...
Terungkap! Utang Pemerintah Separuh Lebih dari Pinjaman Asing
Utang Pemerintah Masih...
Utang Pemerintah Masih Akan Menumpuk hingga Akhir Tahun, Apa Penyebabnya
Bukan Prioritas, Pemerintah...
Bukan Prioritas, Pemerintah Diminta Stop Dulu Berutang untuk Biayai Infrastruktur
Catet Nih! Utang Indonesia...
Catet Nih! Utang Indonesia Turun ke Rp5.662 Triliun
Utang Luar Negeri RI...
Utang Luar Negeri RI Melambat di Bulan Juli Bukan Kabar Baik, Kok Bisa?
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
2 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
2 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
4 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
Jadwal MotoGP Mandalika...
Jadwal MotoGP Mandalika 2025, Mampukah Marc Marquez Naik Podium?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved