Wall Street Akhir Pekan Ditutup Melonjak
Sabtu, 23 Januari 2016 - 10:25 WIB
Wall Street Akhir Pekan Ditutup Melonjak
A
A
A
NEW YORK - Indeks Wall Street kemarin melonjak 2%, akibat dari musim dingin di Amerika Serikat (AS) dan Eropa yang mendorong kenaikan harga minyak cukup tajam. Sektor energi Indeks S&P 500 melonjak 4,3%, menjadi yang terkuat sepanjang tahun ini.
Seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (23/1/2016), harga minyak mentah baru-baru ini di bawah tekanan atas melonjaknya pasokan minyak global, atau pulih 9% karena cuaca musim dingin telah mendorong permintaan minyak.
Setelah jatuh pada awal pekan ini atau terendah sejak 2014, Indeks S&P 500 telah pulih dalam dua sesi terakhir untuk mengakhiri pekan dengan 1,4% lebih tinggi. Namun, indeks masih turun 7% pada 2016
"Mencoba untuk mendorong saham naik dari tingkat ini adalah sedikit lebih sulit daripada mendorong turun. Kita bisa berada dalam rentang yang sangat luas untuk jangka waktu yang panjang," kata Warren West di Greentree Brokerage Services di Philadelphia.
Ineks Dow Jones Industrial Average naik 1,33% menjadi 16.093,51 poin, Indeks S&P 500 naik 2,03% menjadi 1.906,9, dan Nasdaq Composite melonjak 2,66% menjadi 4.591,18.
Volatilitas baru-baru ini telah menyebabkan lonjakan volume. Sekitar 9,1 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, jauh di atas 8,0 miliar dari rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir, menurut data Thomson Reuters.
Data ekonomi AS kemarin Jumat menunjukkan bahwa penjualan rumah melonjak hampir 15% pada Desember, jauh lebih tinggi dari penurunan bulan sebelumnya yang menurun 10,5%.
Saham Apple (AAPL.O) naik 5,32% dan memberikan dorongan terbesar untuk S&P 500 serta Nasdaq. Meskipun kekhawatiran yang meluas tentang permintaan iPhone berpotensi lemah, Piper Jaffray dianjurkan membeli saham Apple untuk mendapatkan keuntungan kuartalan pekan depan.
Saham General Electric (GE.N) menurun 1,22% ersen setelah pendapatan kuartalannya terjawab sesuai perkiraan analis. American Express (AXP.N) juga turun 12,10% setelah perkiraan laba yang mengecewakan.
Schlumberger (SLB.N) naik 6,10%. Perusahaan jasa ladang minyak terbesar di dunia ini melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan dan menetapkan program buyback USD10 miliar.
Seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (23/1/2016), harga minyak mentah baru-baru ini di bawah tekanan atas melonjaknya pasokan minyak global, atau pulih 9% karena cuaca musim dingin telah mendorong permintaan minyak.
Setelah jatuh pada awal pekan ini atau terendah sejak 2014, Indeks S&P 500 telah pulih dalam dua sesi terakhir untuk mengakhiri pekan dengan 1,4% lebih tinggi. Namun, indeks masih turun 7% pada 2016
"Mencoba untuk mendorong saham naik dari tingkat ini adalah sedikit lebih sulit daripada mendorong turun. Kita bisa berada dalam rentang yang sangat luas untuk jangka waktu yang panjang," kata Warren West di Greentree Brokerage Services di Philadelphia.
Ineks Dow Jones Industrial Average naik 1,33% menjadi 16.093,51 poin, Indeks S&P 500 naik 2,03% menjadi 1.906,9, dan Nasdaq Composite melonjak 2,66% menjadi 4.591,18.
Volatilitas baru-baru ini telah menyebabkan lonjakan volume. Sekitar 9,1 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, jauh di atas 8,0 miliar dari rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir, menurut data Thomson Reuters.
Data ekonomi AS kemarin Jumat menunjukkan bahwa penjualan rumah melonjak hampir 15% pada Desember, jauh lebih tinggi dari penurunan bulan sebelumnya yang menurun 10,5%.
Saham Apple (AAPL.O) naik 5,32% dan memberikan dorongan terbesar untuk S&P 500 serta Nasdaq. Meskipun kekhawatiran yang meluas tentang permintaan iPhone berpotensi lemah, Piper Jaffray dianjurkan membeli saham Apple untuk mendapatkan keuntungan kuartalan pekan depan.
Saham General Electric (GE.N) menurun 1,22% ersen setelah pendapatan kuartalannya terjawab sesuai perkiraan analis. American Express (AXP.N) juga turun 12,10% setelah perkiraan laba yang mengecewakan.
Schlumberger (SLB.N) naik 6,10%. Perusahaan jasa ladang minyak terbesar di dunia ini melaporkan laba yang lebih baik dari perkiraan dan menetapkan program buyback USD10 miliar.
(izz)
Lihat Juga :