Pemerintah Pertimbangkan Tetapkan Batas Bawah Harga BBM
Senin, 25 Januari 2016 - 14:04 WIB
Pemerintah Pertimbangkan Tetapkan Batas Bawah Harga BBM
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah mempertimbangkan untuk menerapkan batas bawah penurunan harga bahan bakar minyak (BBM). Hal ini merespons kondisi harga minyak dunia di pasar global yang terus melorot.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengaku sedang mengalami dilema sulit, lantaran harga BBM mengikuti harga keekonomian. Sebab, jika harga minyak dunia terus menurun, maka harga BBM sudah seharusnya turun.
"Tetapi turun terlalu dalam, nanti yang paling dikorbankan adalah masyarakat kecil. Karena setiap kali penurunan harga BBM tidak akan terjadi penurunan harga pangan maupun transportasi, tapi begitu ada kenaikan sedikit itu ikutannya luar biasa dan yang paling kena adalah paling bawah," katanya dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VII DPR RI di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (25/1/2016).
Mantan Bos PT Pindad (Persero) ini mengaku selama ini banyak menerima masukan, jika harga BBM diturunkan terlalu dalam maka saat harganya kembali mengalami kenaikan yang akan terkena dampak adalah masyarakat bawah‎.
Untuk itu, pihaknya juga meminta pandangan pada anggota parlemen untuk menemukan jalan terbaik terkait harga BBM tersebut.
"Jadi, ini mungkin mohon pandangan, ketika betul-betul harga turun terus, apakah kita akan ikuti sampai titik terendah, atau kita akan menerapkan batas bawah sehingga ada bantalan, sehingga masyarakat paling bawah tidak terlalu terdampak dari kenaikan yang sudah pasti," imbuh dia.
Meski demikian, Sudirman tetap memberikan catatan bahwa pemerintah akan tetap konsisten dengan kebijakan awal bahwa subsidi BBM dicabut dan harga BBM mengikuti harga minyak dunia.
"Tetapi secara peraturan kita akan konsisten. Subsidi sudah dicabut, karena itu harga BBM harus ikuti irama harga keekonomian minyak dunia," tandasnya.
Baca: Minyak Dunia Melorot, Pemerintah Keukeuh Tak Turunkan Harga BBM
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengaku sedang mengalami dilema sulit, lantaran harga BBM mengikuti harga keekonomian. Sebab, jika harga minyak dunia terus menurun, maka harga BBM sudah seharusnya turun.
"Tetapi turun terlalu dalam, nanti yang paling dikorbankan adalah masyarakat kecil. Karena setiap kali penurunan harga BBM tidak akan terjadi penurunan harga pangan maupun transportasi, tapi begitu ada kenaikan sedikit itu ikutannya luar biasa dan yang paling kena adalah paling bawah," katanya dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VII DPR RI di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (25/1/2016).
Mantan Bos PT Pindad (Persero) ini mengaku selama ini banyak menerima masukan, jika harga BBM diturunkan terlalu dalam maka saat harganya kembali mengalami kenaikan yang akan terkena dampak adalah masyarakat bawah‎.
Untuk itu, pihaknya juga meminta pandangan pada anggota parlemen untuk menemukan jalan terbaik terkait harga BBM tersebut.
"Jadi, ini mungkin mohon pandangan, ketika betul-betul harga turun terus, apakah kita akan ikuti sampai titik terendah, atau kita akan menerapkan batas bawah sehingga ada bantalan, sehingga masyarakat paling bawah tidak terlalu terdampak dari kenaikan yang sudah pasti," imbuh dia.
Meski demikian, Sudirman tetap memberikan catatan bahwa pemerintah akan tetap konsisten dengan kebijakan awal bahwa subsidi BBM dicabut dan harga BBM mengikuti harga minyak dunia.
"Tetapi secara peraturan kita akan konsisten. Subsidi sudah dicabut, karena itu harga BBM harus ikuti irama harga keekonomian minyak dunia," tandasnya.
Baca: Minyak Dunia Melorot, Pemerintah Keukeuh Tak Turunkan Harga BBM
(izz)
Lihat Juga :