Restoran Dibuka 100% Asing, Nasib Rumah Makan Padang Jadi Taruhan

Kamis, 11 Februari 2016 - 21:36 WIB
Restoran Dibuka 100%...
Restoran Dibuka 100% Asing, Nasib Rumah Makan Padang Jadi Taruhan
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) telah membuka peluang bagi investor asing menguasai saham 100% dalam bidang usaha restoran. Bagaimana dengan nasib rumah makan Padang dan usaha makanan lokal lainnya? Pemerintah menjamin regulasi yang masuk dalam Paket Kebijakan Ekonomi Jilid X tersebut tidak akan melibas nasib pelaku usaha lokal.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, rumah makan dengan restoran merupakan suatu hal yang berbeda. Karena itu, pemerintah memutuskan untuk meratakannya. (Baca: 35 Bidang Usaha Dibuka 100% untuk Asing)

"Beda rumah makan dan restoran adalah kalau restoran itu ada dapurnya, kalau rumah makan seperti rumah makan Padang zaman dahulu hanya dipanasin saja di situ. Nah, sekarang yang seperti itu dibuat menjadi sama-sama 100%," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/2/2016).

Menurut Arief, terbukanya asing di bidang usaha restoran tidak akan menggilas keberadaan rumah makan padang karena yang diperbolehkan adalah yang memiliki modal usaha minimal Rp10 miliar atau dengan total investasi sekitar Rp100 miliar.

"Apa nanti akan menyerang rumah makan padang? Tidak mungkin, karena modal usahanya Rp10 miliar. Kalau modal usahanya Rp10 miliar, total investasi dia itu minimal Rp100 miliar. Jadi kita sedang bicara bisnis USD10 juta. Kalau USD10 juta boleh. Jadi jangan khawatir. Kalau dia tetap nekat masuk, maka harus bermitra dengan lokal sepanjang dia modal usahanya di bawah Rp10 miliar," terangnya.

Mantan Bos Telkom ini menuturkan, pada dasarnya alasan pemerintah untuk membuka peluang bagi asing untuk menguasai sepenuhnya bidang usaha restoran adalah untuk kepentingan wisatawan mancanegara (wisman).

"Saya contohkan, keseimbangan antara kepentingan konsumen dengan produsen. Kita datang ke Pulau Komodo, banyak orang Italia di sana, tapi di sana tidak ada restoran Italia. Jadi demi kepentingan konsumen nanti akan ada orang yang investasi di sana," imbuhnya.

Tak hanya itu, keterbukaan ini didasari asas kompetisi di mana jika Indonesia melarang asing untuk memiliki kepemilikan saham mayoritas di bidang tersebut, maka mereka akan lebih memilih membuka restoran di negara lain.

"Katakanlah orang yang sama. Ingin investasi restoran Italia, kalau kita menolak, maka dia dengan mudah investasikan ke Thailand. Dan ingat bahwa bagi investor uang itu tidak punya kewarganegaraan. Di mana yang lebih atraktif menurut dia maka akan terbang ke sana," tandasnya.

Baca juga:

Ini Paket Kebijakan Ekonomi Jilid X

Paket Kebijakan X Diklaim Ditunggu Dunia

Ketua DPR: Paket Kebijakan Ekonomi Harus Sesuai Porsi
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menko Airlangga Beberkan...
Menko Airlangga Beberkan Arah Kebijakan Perekonomian Nasional
Keras! Ekonom Ini Sebut...
Keras! Ekonom Ini Sebut Kebijakan Ekonomi Pemerintah Bak 'Mengisi Ember Bocor
6 Kebijakan Baru di...
6 Kebijakan Baru di Tahun 2026: Dari Pajak, Pertanahan, hingga Transportasi
Pesan Erick Thohir:...
Pesan Erick Thohir: Jangan Karena Ganti Pemimpin, Kebijakannya Ganti Lagi
Perbandingan Kebijakan...
Perbandingan Kebijakan al-Sisi dan Mursi ketika Memimpin Mesir
Pengamat dari UNM Dukung...
Pengamat dari UNM Dukung Strategi Ekonomi Jokowi
Berita Terkini
Said Iqbal Berhasil...
Said Iqbal Berhasil Bertemu Purbaya: Sodorkan Draf Reformasi Pajak JHT, Buruh Batal Demo Besok
50 menit yang lalu
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
2 jam yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
2 jam yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
3 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
4 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
5 jam yang lalu
Infografis
Kronologi Indonesia...
Kronologi Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 2023
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved