KPPU Nilai Insentif OJK Bakal Bikin Sektor Perbankan Tak Sehat

Senin, 22 Februari 2016 - 19:38 WIB
KPPU Nilai Insentif...
KPPU Nilai Insentif OJK Bakal Bikin Sektor Perbankan Tak Sehat
A A A
JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai insentif yang akan diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bagi perbankan yang mampu meningkatkan efisiensi dengan cara menurunkan marjin bunga bersih atau Net Interest Margin (NIM), justru akan membuat sektor perbankan menjadi tidak sehat.

Pasalnya aturan itu menurut KPPU bisa menimbulkan kartel, sebab keuntungan bank dibatasi. Ketua KPPU Syarkawi Rauf mengatakan setidaknya hanya ada 14 bank yang menguasai 40% pangsa pasar dari keseluruhan 119 bank di Indonesia. Empat bank pelat merah sendiri termasuk di dalamnya.

"Semuanya 119 bank, tapi penguasaan terbesar 40% dikuasai 14 bank. Ini tidak sehat, potensi terjadi kartel. Penguasaannya sedikit, empat bank pemiliknya sama, punya pemerintah," ujarnya di Jakarta, Senin (22/2/2016).

(Baca Juga: Pembatasan Margin Bank Diklaim Picu Pertumbuhan Ekonomi)

Menurutnya, insentif memang diperlukan terutama dalam membantu bank kecil. Namun dengan tingkat bunga kredit yang sama, mereka tetap sulit bersaing dengan bank besar.

"Potensi adanya kartel tinggi, jangan-jangan bos kartelnya menteri BUMN? Kalau insentif untungkan semua pelaku usaha perbankan. Kalau bunga semakin rendah, bank kecil tidak kompetitif, salah satu caranya mereka lakukan konsolidasi lewat merger agar kompetitif," katanya.

(Baca Juga: OJK Dorong Aturan Margin Bank Rampung Bulan Depan)

Dia menjelaskan pihaknya dari awal sudah mendorong perbankan agar menurunkan suku bunga kredit. Tujuannya agar meningkatkan daya saing dengan bank lain di ASEAN.

"Kalau dari sisi persaingan, kita dari awal dorong industri perbankan terapkan bunga rendah, paling tidak di bawah 10%. Pertama meningkatkan daya saing, kita lemah karena cost capital mahal sekali, salah satunya persaingan industri perbankan buruk, tidak efisien," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Merger dan Akuisisi...
Merger dan Akuisisi Bank Digital Demi Memperkuat Permodalan
OJK Optimistis Skema...
OJK Optimistis Skema Bantalan Likuiditas Efektif Jaga Perbankan
Tumbuh Positif, Aset...
Tumbuh Positif, Aset Perbankan Sulsel Tembus Rp166,51 Triliun
OJK Pastikan Likuiditas...
OJK Pastikan Likuiditas Perbankan Masih Aman
OJK Kumpulkan 15 Bank...
OJK Kumpulkan 15 Bank Minta Revisi RBB Lebih Optimistis
Pastikan Perbankan Stabil...
Pastikan Perbankan Stabil dan Terjaga, OJK: Masyarakat Tak Perlu Khawatir
Berita Terkini
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
42 menit yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
1 jam yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
2 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
12 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
12 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
13 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved