Soal Tax Amnesty, Indonesia Dinilai Gadaikan Harga Diri

Selasa, 08 Maret 2016 - 14:08 WIB
Soal Tax Amnesty, Indonesia...
Soal Tax Amnesty, Indonesia Dinilai Gadaikan Harga Diri
A A A
JAKARTA - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mengatakan, harga diri Indonesia akan serta merta tergadaikan di tangan konglomerat jika tax amnesty dilaksanakan. Pasalnya, Indonesia akan terkesan mengemis kepada konglomerat, karena berharap uang mereka yang terparkir di luar negeri bisa masuk kembali ke Tanah Air.

‎"Negara ini tuh sudah tergadai sebetulnya. Tergadai di tangan konglomerat yang dananya tidak bisa dipertanggung jawabkan akan masuk Indonesia sebetulnya," kata dia di kantornya, Selasa (8/3/2016).

(Baca Juga: Fitra Ungkap Maksud Terselubung Jokowi Soal Tax Amnesty)

Dia menambahkan kondisi terkini yang terjadi yakni, Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro pernah menyatakan bahwa jika Rancangan Undang-undang (RUU) pengampunan pajak atau Tax amnesty tidak terlaksana, maka belanja pegawai akan dipotong serta akan menarik utang luar negeri lagi.

"Artinya pola-pola seperti pemotongan belanja pegawai dan utang itu dilakukan terus setiap tahunnya, sehingga tax amnesty itu ibarat satu-satunya solusi," sambungnya.

Menurutnya ironisnya pemerintah ingin cepat kebijakan tax amnesty ini dilaksanakan dan tahun ini juga direalisasikan, namun sulit karena UU belum jelas dan belum kuat. "Metode pemungutan belum jelas dan butuh bertahun-bertahun membangun ini, karena harus ada badan yang mengawasi karena adanya di bawah presiden langsung, jadi tidak bisa instan," jelas dua.

Lanjut dia, rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Keuangan tahun ini untuk merealisasikan tax amnesty seperti mimpi di siang bolong karena terlalu gegabah.

"Dia menganggap Rp2.000 triliun itu ada, tapi uang itu, butuh proses buat masuk ke Indonesia. Itu kan bukan uang halal. Asumsinya, Menkeu dan presiden menganggap aliran dana ini akan masuk untuk bisa menunjang infrastruktur Rp1500 triliun, sedangkan baru diterapkan paling cepat November 2016. Itu bagaimana mungkin?" tutup dia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dongkrak Penerimaan...
Dongkrak Penerimaan Pajak, Sri Mulyani Diminta 'Eksplorasi' Data Pengampunan Pajak 2016
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Bakal Digelar, Catat Besaran Tebusannya
Pengampunan Pajak Tinggal...
Pengampunan Pajak Tinggal 34 Hari, Pemerintah Kantongi Rp10 Triliun Lebih
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Dikritisi, Pengamat: Blunder ke Penerimaan Negara
Sri Mulyani: Kami Tidak...
Sri Mulyani: Kami Tidak Akan Berikan Lagi Program Pengampunan Pajak
Tinggal 28 Hari! Ikuti...
Tinggal 28 Hari! Ikuti Pengampunan Pajak atau Kena Denda 200 Persen
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
1 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
1 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
1 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
2 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
2 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved