Wall Street Variatif Jelang Pernyataan The Fed

Rabu, 16 Maret 2016 - 07:53 WIB
Wall Street Variatif...
Wall Street Variatif Jelang Pernyataan The Fed
A A A
NEW YORK - Indeks Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup variatif, namun sektor saham kesehatan dan material menarik Wall Street melemah, karena investor berhati-hati menunggu kabar dari hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve (The Fed) selama dua hari.

Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (17/3/2016), Indeka Dow Jones naik 22,4 poin atau 0,13% ke level 17.251,53, Indeka S&P 500 kehilangan 3,71 poin atau 0,18% ke level 2.015,93 dan Nasdaq Composite turun 21,61 poin atau 0,45% ke level 4.728,67 .

Sementara The Fed diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga pada pertemuan yang berakhir hari ini, investor akan menunggu komentar Ketua The Fed Janet Yellen terkait kenaikan suku bunga di masa depan.

"Kami berada di auto pilot sampai kita benar-benar mendapatkan hasil pertemuan Fed besok siang (hari ini)," kata Art Hogan, kepala strategi pasar di Wunderlich Securities di New York.

Menjelang hasil pertemuan The Fed, saham lebih kecil dijual lebih dari yang lebih besar karena investor berusaha untuk mengurangi risiko, kata Mohannad AAMA, managing director Beam Capital Management LLC di New York.

Penjualan ritel AS Februari turun kurang dari yang diharapkan, namun revisi ke bawah yang tajam dari data Januari bisa menyalakan kembali kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan ekonomi.

Sektor kesehatan menjadi sektor berkinerja terburuk, jatuh 1,6%. Saham Valeant Pharmaceuticals International Inc (VRX.N) anjlok 51,5% menjadi USD33,51. Produsen obat ini memangkas proyeksi pendapatan 2016 dan ditandai risiko default pada utang, mengikis kepercayaan investor. Saham Allergan (AGN.N) turun 3,4% menjadi USD283 dan menjadi hambatan terbesar pada Indeks S&P 500.

Selain itu sektor saham material juga turun 0,91%. Namun, saham Apple (AAPL.O) naik 2% menjadi USD104,58 setelah Morgan Stanley mengatakan permintaan iPhone pada Maret cukup menjadi harapan. Apple adalah dorongan terbesar untuk S&P 500.

Saham Mead Johnson (MJN.N) naik 11% menjadi USD83,79 dengan pedagang menghubungkan keuntungan sebuah laporan yang memicu kesepakatan chatter.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
7 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
13 menit yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
29 menit yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
36 menit yang lalu
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
40 menit yang lalu
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
1 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia yang Masuk Peringkat Dunia versi THE WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved