Tax Amnesty Diklaim Bisa Bawa Rp11.400 Triliun ke Indonesia
Selasa, 05 April 2016 - 14:27 WIB
Tax Amnesty Diklaim Bisa Bawa Rp11.400 Triliun ke Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro meyakini dalam tax amnesty dana yang bisa dibawa masuk ke Indonesia yakni lebih dari Rp11.400 triliun. Hasil ini melebihi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Perhitungan ini karena menurut loan to GDP Singapura mencapai 200%. Padahal, loan to deposit ratio-nya di bawah 90%. Artinya, Singapura kelebihan likuiditas. Padahal jumlah WP-nya (wajib pajak) sedikit.
Bambang berpandangan kelebihan likuiditas Singapura tersebut berasal dari uang orang Indonesia yang disimpan di sana dalam waktu yang lama.
"Jadi dana yang kita bisa bawa masuk dari tax amnesty ini potensinya, Rp11.400 triliun. Ini melebihi GDP kita. Kok bisa? Singapura loan to GDP 200%. Padahal loan to deposit-nya 90%. Mereka kelebihan likuiditas, karena uang orang Indonesia banyak ada di sana," ujarnya di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (5/4/2016)
Kedua, lanjut dia, potensi sebesar itu dihitung dari data selama 20 tahun. Saat ini pihak DJP memiliki data pajak sejak 1995-2014. Dari data tersebut, pihaknya mengetahui uang warga negara Indonesia yang disimpan di Singapura, sudah ada sejak tahun 1970. "Dari data itu, munculah nama-nama lama dan uangnya juga uang lama," katanya.
Faktor ketiga, kata Bambang, yang menunjukkan potensi bisa melebihi GDP, yakni nilai tukar rupiah. Rupiah pernah berada di posisi Rp2.000/USD pada tahun 1970. Artinya, saat ini nilainya sudah lebih besar dibanding waktu itu.
"Kalau dirupiahkan, nilainya pasti sudah jauh lebih besar, karena waktu itu nilainya hanya Rp2.000/USD," pungkasnya.
Perhitungan ini karena menurut loan to GDP Singapura mencapai 200%. Padahal, loan to deposit ratio-nya di bawah 90%. Artinya, Singapura kelebihan likuiditas. Padahal jumlah WP-nya (wajib pajak) sedikit.
Bambang berpandangan kelebihan likuiditas Singapura tersebut berasal dari uang orang Indonesia yang disimpan di sana dalam waktu yang lama.
"Jadi dana yang kita bisa bawa masuk dari tax amnesty ini potensinya, Rp11.400 triliun. Ini melebihi GDP kita. Kok bisa? Singapura loan to GDP 200%. Padahal loan to deposit-nya 90%. Mereka kelebihan likuiditas, karena uang orang Indonesia banyak ada di sana," ujarnya di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (5/4/2016)
Kedua, lanjut dia, potensi sebesar itu dihitung dari data selama 20 tahun. Saat ini pihak DJP memiliki data pajak sejak 1995-2014. Dari data tersebut, pihaknya mengetahui uang warga negara Indonesia yang disimpan di Singapura, sudah ada sejak tahun 1970. "Dari data itu, munculah nama-nama lama dan uangnya juga uang lama," katanya.
Faktor ketiga, kata Bambang, yang menunjukkan potensi bisa melebihi GDP, yakni nilai tukar rupiah. Rupiah pernah berada di posisi Rp2.000/USD pada tahun 1970. Artinya, saat ini nilainya sudah lebih besar dibanding waktu itu.
"Kalau dirupiahkan, nilainya pasti sudah jauh lebih besar, karena waktu itu nilainya hanya Rp2.000/USD," pungkasnya.
(dmd)
Lihat Juga :