Ekspor-Impor Tercatat Melemah Sepanjang Kuartal I
Rabu, 04 Mei 2016 - 13:38 WIB
Ekspor-Impor Tercatat Melemah Sepanjang Kuartal I
A
A
A
JAKARTA - Ekspor dan impor Indonesia tercatat mengalami penurunan sepanjang kuartal I 2016. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia tumbuh minus 3,88% dan impor juga minus 4,24% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Ekspor dan impor kita memang minus pada kuartal I ini. Tapi untuk konsumsi rumah tangga ini memiliki share yang terbesar untuk pertumbuhan ekonomi bisa cukup tinggi," jelas Kepala BPS Suryamin, di Jakarta, Rabu (4/5/2016).
(Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I 2016 Tumbuh 4,92%)
Dari data BPS, konsumsi rumah tangga tercatat punya porsi terbesar dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, yakni 58,86%. Pada kuartal I-2016, laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga tumbuh 94%. Diterangkan rendahnya harga komoditas dan masih lemahnya kondisi perekonomian global menjadi penyebab minusnya ekspor dan impor.
Sementara lanjut dia untuk konsumsi lembaga non profit rumah tangga memiliki andil 1,16% dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sedangkan untuk pertumbuhan konsumsi lembaga non profit rumah tangga di kuartal I-2016 mencapai 6,38%.
"Untuk konsumsi pemerintah atau pengeluaran pemerintah, porsinya 6,8% pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun angka ini masih tumbuh rendah yakni 2,93% di kuartal I 2016," tandasnya.
Sedangkan untuk investasi memiliki porsi 33,16% dari pertumbuhan ekonomi Indonesia dan pertumbuhan investasi sepanjang kuartal I-2016 adalah 5,57%. Ekonomi Indonesia triwulan I-2016 terhadap triwulan I-2015 tumbuh 4,92% (y-on-y) meningkat dibanding periode yang sama pada tahun 2015 sebesar 4,73%.
"Ekspor dan impor kita memang minus pada kuartal I ini. Tapi untuk konsumsi rumah tangga ini memiliki share yang terbesar untuk pertumbuhan ekonomi bisa cukup tinggi," jelas Kepala BPS Suryamin, di Jakarta, Rabu (4/5/2016).
(Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I 2016 Tumbuh 4,92%)
Dari data BPS, konsumsi rumah tangga tercatat punya porsi terbesar dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, yakni 58,86%. Pada kuartal I-2016, laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga tumbuh 94%. Diterangkan rendahnya harga komoditas dan masih lemahnya kondisi perekonomian global menjadi penyebab minusnya ekspor dan impor.
Sementara lanjut dia untuk konsumsi lembaga non profit rumah tangga memiliki andil 1,16% dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sedangkan untuk pertumbuhan konsumsi lembaga non profit rumah tangga di kuartal I-2016 mencapai 6,38%.
"Untuk konsumsi pemerintah atau pengeluaran pemerintah, porsinya 6,8% pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun angka ini masih tumbuh rendah yakni 2,93% di kuartal I 2016," tandasnya.
Sedangkan untuk investasi memiliki porsi 33,16% dari pertumbuhan ekonomi Indonesia dan pertumbuhan investasi sepanjang kuartal I-2016 adalah 5,57%. Ekonomi Indonesia triwulan I-2016 terhadap triwulan I-2015 tumbuh 4,92% (y-on-y) meningkat dibanding periode yang sama pada tahun 2015 sebesar 4,73%.
(akr)
Lihat Juga :