Ini Alasan DPR Mengulur RUU Tax Amnesty

Jum'at, 13 Mei 2016 - 23:04 WIB
Ini Alasan DPR Mengulur...
Ini Alasan DPR Mengulur RUU Tax Amnesty
A A A
JAKARTA - Keinginan pemerintah menggolkan Rancangan Undang-Undang Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) masih membentur mistar birokrasi DPR. Anggota Komisi XI DPR, Donny Iman Priambodo mengatakan parlemen masih menjaring berbagai usulan dari masyarakat terkait beleid ini.

“Semua pihak diharapkan bersabar menanggapi RUU Pengampunan Pajak,” kata Donny melalui rilis kepada media, Jumat (13/5/2016).

Menurut Donny, salah satu polemik yang mengemuka pada RUU Tax Amnesty adalah besaran rate untuk pengampunan pajak. Lanjut dia, masalah rate ini belum rampung. Karena masih ditentukan oleh pemerintah bersama Dewan. Apakah rate-nya itu masih 2-4 atau 3-6, kata dia, tergantung pemerintah pemerintah, DPR, dan pertimbangan dari masukan khalayak.

Untuk itu, ia menambahkan bahwa belum satu pasal atau ayat pun dari RUU inisiatif pemerintah ini dibahas DPR. Sehingga polemik besaran tarif maupun materi pokok pengampunan belum final.

(Baca: Nama di Panama Papers Mau Ikut Tax Amnesty, Eits Bayar Utang Dulu)

“Pernyataan besaran tarif dan lainnya seyogyanya tidak dipakai sebagai patokan untuk dikomentari apalagi memberikan komentar persetujuan maupun penolakan,” jelas politikus NasDem itu.

Pemerintah menargetkan RUU Pengampunan Pajak dapat segera diselesaikan pada awal semester kedua tahun 2016 ini, karena berkaitan dengan penerimaan negara pada APBN 2016.

Donny mengatakan, saat ini RUU Pengampunan Pajak masih dalam pembahasan DPR bersama Pemerintah. Bahkan, besok saat sidang pembukaan DPR akan masuk dalam pembicaraan pokok.

“Kami sendiri tetap menjaring usulan-usulan dari masyarakat tentang hal-hal yang berkaitan dengan RUU Pengampunan Pajak yang pembahasannya akan dimulai kembali pada masa sidang tanggal 18 Mei 2016 mendatang,” tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dongkrak Penerimaan...
Dongkrak Penerimaan Pajak, Sri Mulyani Diminta 'Eksplorasi' Data Pengampunan Pajak 2016
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Bakal Digelar, Catat Besaran Tebusannya
Pengampunan Pajak Tinggal...
Pengampunan Pajak Tinggal 34 Hari, Pemerintah Kantongi Rp10 Triliun Lebih
Tinggal 28 Hari! Ikuti...
Tinggal 28 Hari! Ikuti Pengampunan Pajak atau Kena Denda 200 Persen
Sri Mulyani: Kami Tidak...
Sri Mulyani: Kami Tidak Akan Berikan Lagi Program Pengampunan Pajak
Ekonom Beberkan Sektor-sektor...
Ekonom Beberkan Sektor-sektor yang Diuntungkan dengan Pengampunan Pajak Jilid II
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
39 menit yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
1 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
11 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
11 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved