LPS: Ada 179 Juta Rekening di RI Total Rp4.550 Triliun
Kamis, 09 Juni 2016 - 18:18 WIB
LPS: Ada 179 Juta Rekening di RI Total Rp4.550 Triliun
A
A
A
JAKARTA - Total simpanan di bank pada akhir Maret 2016 yang dilaporkan ke Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencapai Rp4.550 triliun dengan jumlah rekening 179.821.600. Angka tersebut naik dibanding posisi akhir 2015 yang mencapai Rp4.473,77 triliun dengan 175.501.915 rekening.
Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan mengatakan, simpanan perbankan yang terus tumbuh ini berdampak pada pertumbuhan aset LPS. Pertumbuhan kinerja dan asset ini menjadi modal yang sangat penting dalam menjalankan peran dan fungsi LPS.
"Yaitu menjamin simpanan nasabah di bank dan turut menjada stabilitas sistem perbankan seperti yang diamanatkan dalam UU LPS dan UU Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (PPKSK)," ujarnya di Jakarta, Kamis (9/6/2016).
Saat ini, kata dia, LPS tengah menyiapkan diri sebagai penjamin simpanan dan penanganan resolusi bank dengan peran yang lebih besar seperti yang diamanatkan dalam UU PPKSK. Per akhir April 2016, total aset LPS mencapai Rp66 triliun dan setiap tahun naik rata-rata 29,47%.
Sementara, Direktur Eksekutif Keuangan LPS R Budi Santosa menjabarkan, dari total aset LPS tersebut, mayoritas atau 95% berupa investasi di Surat Berharga Negara (SBN) dengan rata-rata pertumbuhan 25,62% setiap tahunnya.
Dari investasi tersebut, pada 2015 LPS memperoleh pendapatan sebesar Rp3,44 triliun atau naik rata-rata 23,19% per tahun. Sementara, hingga akhir April 2016, LPS telah membukukan pendapatan investasi sebesar Rp1,54 triliun. "Laporan keuangan LPS 2015 telah diaudit dan mendapat predikat wajar tanpa pengecualian dari BPK," pungkas Budi.
Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan mengatakan, simpanan perbankan yang terus tumbuh ini berdampak pada pertumbuhan aset LPS. Pertumbuhan kinerja dan asset ini menjadi modal yang sangat penting dalam menjalankan peran dan fungsi LPS.
"Yaitu menjamin simpanan nasabah di bank dan turut menjada stabilitas sistem perbankan seperti yang diamanatkan dalam UU LPS dan UU Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (PPKSK)," ujarnya di Jakarta, Kamis (9/6/2016).
Saat ini, kata dia, LPS tengah menyiapkan diri sebagai penjamin simpanan dan penanganan resolusi bank dengan peran yang lebih besar seperti yang diamanatkan dalam UU PPKSK. Per akhir April 2016, total aset LPS mencapai Rp66 triliun dan setiap tahun naik rata-rata 29,47%.
Sementara, Direktur Eksekutif Keuangan LPS R Budi Santosa menjabarkan, dari total aset LPS tersebut, mayoritas atau 95% berupa investasi di Surat Berharga Negara (SBN) dengan rata-rata pertumbuhan 25,62% setiap tahunnya.
Dari investasi tersebut, pada 2015 LPS memperoleh pendapatan sebesar Rp3,44 triliun atau naik rata-rata 23,19% per tahun. Sementara, hingga akhir April 2016, LPS telah membukukan pendapatan investasi sebesar Rp1,54 triliun. "Laporan keuangan LPS 2015 telah diaudit dan mendapat predikat wajar tanpa pengecualian dari BPK," pungkas Budi.
(izz)
Lihat Juga :