Dorong Reformasi Investasi, ADB Kucuri RI Pinjaman Rp6,58 Triliun

Rabu, 29 Juni 2016 - 01:11 WIB
Dorong Reformasi Investasi,...
Dorong Reformasi Investasi, ADB Kucuri RI Pinjaman Rp6,58 Triliun
A A A
JAKARTA - Asian Development Bank (ADB) menyetujui penyaluran pinjaman sebesar USD500 juta atau setara Rp6,58 triliun (kurs Rp13.100/USD) kepada Indonesia, setelah pemerintah menjalankan berbagai reformasi kebijakan untuk mengurangi hambatan investasi. Selain itu upaya mendorong kerjasama publik-swasta (public-private partnership), yang diperlukan guna merangsang pengembangan sektor swasta dan meningkatkan partisipasi swasta dalam proyek infrastruktur.

Pinjaman tersebut, yang merupakan pinjaman kedua ADB di bawah Program Peningkatan Investasi untuk Percepatan Pertumbuhan (Stepping up Investments for Growth Acceleration Program), akan dilengkapi dengan pembiayaan bersama yang nilainya setara USD224,6 juta dari KfW Bankengruppe, Jerman.

"Di tahap pertama program, KfW telah memberikan pembiayaan paralel senilai USD245 juta," ujar Direktur ADB untuk Indonesia Steven Tabor dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (28/6/2016).

Dia menambahkan, Indonesia sudah mengambil sejumlah langkah penting dalam meningkatkan iklim investasi, termasuk mencabut penghambat Kerjasama Publik-Swasta dan memangkas kerumitan peraturan. Sementara terkait terbitnya dua belas paket reformasi ekonomi sejak September 2015, menurutnya, sudah menunjukkan tekad pemerintah untuk melakukan perbaikan besar-besaran terhadap iklim investasi.

Peraturan yang memberatkan, serta biaya tinggi untuk mendirikan dan menjalankan usaha, lanjut dia telah menghambat investasi baru dan mengakibatkan Indonesia hanya berada di peringkat 109 dari 189 negara dalam laporan Bank Dunia tahun 2016 tentang kemudahan menjalankan usaha. "Peringkat ini jauh di bawah negara-negara tetangga di kawasan yang sama," katanya.

Menurut dia Indonesia perlu menciptakan sumber-sumber pertumbuhan baru, agar bisa kembali ke jalur pertumbuhan yang lebih tinggi dan lebih inklusif. Apalagi, investasi swasta berperan sangat penting untuk mendorong perekonomian yang kuat dan lebih terdiversifikasi.

Steven mengungkapkan, tahap pertama program reformasi pemerintah mencakup penetapan batas kepemilikan asing yang lebih tinggi di bidang transportasi darat, perkapalan dan pengelolaan pelabuhan; pembentukan kantor khusus untuk merumuskan kebijakan pengadaan lahan; dan pengembangan kerangka untuk sistem pengadaan secara elektronik (e-procurement).

Di tahap kedua reformasi, berbagai langkah diambil untuk mengurangi pembatasan investasi, merampingkan proses memulai dan menjalankan usaha, serta memperluas jenis kerjasama publik-swasta.

"Sedangkan tahap ketiga program ini, yang akan dilaksanakan mulai Juli 2016 hingga Juni 2018, akan mencakup langkah-langkah lanjutan guna memperluas reformasi berbasis bukti, meningkatkan kemudahan menjalankan usaha, menguatkan kerjasama publik-swasta, dan meningkatkan sistem pemerintah untuk pengadaan secara elektronik," tambah Ekonom di Departemen Asia Tenggara ADB Rabin Hattari.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyeksi ADB: Perdana...
Proyeksi ADB: Perdana dalam 3 Dekade, Pertumbuhan Asia Bakal Melewati China
Dapat Angin Segar dari...
Dapat Angin Segar dari China, ADB Ramal Negara Berkembang Asia Mengakhiri 2023 Lebih Cerah
Ramalan Ekonomi RI dari...
Ramalan Ekonomi RI dari ADB, Tambah Mengerikan?
Simak! Ramalan Ekonomi...
Simak! Ramalan Ekonomi RI Tahun 2021 dari Bank Terbesar di Asia
Ramalan ADB: Ekonomi...
Ramalan ADB: Ekonomi RI Tahun 2022 Tumbuh Positif 4,8%
ADB Proyeksikan Ekonomi...
ADB Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh hanya 1% di 2020
Berita Terkini
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
34 menit yang lalu
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
44 menit yang lalu
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
3 jam yang lalu
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
4 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
4 jam yang lalu
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved