Realisasi Investasi Kuartal II Naik 12,3% Jadi Rp151,6 Triliun
Jum'at, 29 Juli 2016 - 17:37 WIB
Realisasi Investasi Kuartal II Naik 12,3% Jadi Rp151,6 Triliun
A
A
A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi kuartal II/2016 sebesar Rp151,6 triliun atau naik 12,3% dibanding periode sama tahun lalu sebanyak Rp135,1 triliun.
Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong mengatakan, realisasi investasi kuartal I/2016 merupakan realisasi investasi langsung yang dilakukan selama tiga bulan periode April-Juni 2016. Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diterima BKPM dari perusahaan PMA dan PMDN.
"Angka tersebut sekaligus kembali memecahkan rekor tertinggi realisasi investasi di Indonesia. Terdiri dari PMDN Rp52,2 triliun, naik 21,7% dan PMA Rp99,4 triliun, naik 7,9% dari periode sama tahun sebelumnya," ujarnya di Jakarta, Jumat (29/7/2016).
Untuk mendongkrak realisasi investasi, kata dia, BKPM senantiasa melakukan berbagai upaya percepatan pelayanan investasi serta mendukung kebijakan-kebijakan yang ditetapkan pemerintah. Salah satunya kebijakan pengampunan pajak atau Tax Amnesty.
"Saat ini, BKPM masih terus mematangkan pemberian kemudahan layanan investasi bagi peserta Tax Amnesty. Dalam skema investasi yang disiapkan, peserta Tax Amnesty yang ingin menyalurkan dananya melalui penanaman modal akan didampingi tim khusus Account Officer BKPM yang akan mendapatkan pelayanan seperti izin tiga jam, pemberian fasilitas pembebasan bea masuk, percepatan jalur hijau, serta dimungkinkan untuk mendapatkan fasilitas Tax Allowance atau Tax Holiday," tutur dia.
Namun, pelayanan bagi peserta Tax Amnesty tersebut hanya terbatas pada investasi infrastruktur, sektor riil prioritas dan investasi lainnya. Lembong menjelaskan, porsi investasi di luar pulau Jawa sebesar 45,9%, naik dibanding kuartal II/2015 di angka 44,7% dan porsi invetasi di pulau Jawa turun.
"Luar Jawa 45,9%, lebih besar dibanding kuartal II/2015 44,7% secara tidak langsung porsi investasi di pulau Jawa menurun 1,2% dari 55,3% pada 2015 dan 54,1% pada 2016," pungkasnya.
Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong mengatakan, realisasi investasi kuartal I/2016 merupakan realisasi investasi langsung yang dilakukan selama tiga bulan periode April-Juni 2016. Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diterima BKPM dari perusahaan PMA dan PMDN.
"Angka tersebut sekaligus kembali memecahkan rekor tertinggi realisasi investasi di Indonesia. Terdiri dari PMDN Rp52,2 triliun, naik 21,7% dan PMA Rp99,4 triliun, naik 7,9% dari periode sama tahun sebelumnya," ujarnya di Jakarta, Jumat (29/7/2016).
Untuk mendongkrak realisasi investasi, kata dia, BKPM senantiasa melakukan berbagai upaya percepatan pelayanan investasi serta mendukung kebijakan-kebijakan yang ditetapkan pemerintah. Salah satunya kebijakan pengampunan pajak atau Tax Amnesty.
"Saat ini, BKPM masih terus mematangkan pemberian kemudahan layanan investasi bagi peserta Tax Amnesty. Dalam skema investasi yang disiapkan, peserta Tax Amnesty yang ingin menyalurkan dananya melalui penanaman modal akan didampingi tim khusus Account Officer BKPM yang akan mendapatkan pelayanan seperti izin tiga jam, pemberian fasilitas pembebasan bea masuk, percepatan jalur hijau, serta dimungkinkan untuk mendapatkan fasilitas Tax Allowance atau Tax Holiday," tutur dia.
Namun, pelayanan bagi peserta Tax Amnesty tersebut hanya terbatas pada investasi infrastruktur, sektor riil prioritas dan investasi lainnya. Lembong menjelaskan, porsi investasi di luar pulau Jawa sebesar 45,9%, naik dibanding kuartal II/2015 di angka 44,7% dan porsi invetasi di pulau Jawa turun.
"Luar Jawa 45,9%, lebih besar dibanding kuartal II/2015 44,7% secara tidak langsung porsi investasi di pulau Jawa menurun 1,2% dari 55,3% pada 2015 dan 54,1% pada 2016," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :