Faisal Basri: Target Tax Amnesty Akan Gagal meski Ada Sri Mulyani
Senin, 01 Agustus 2016 - 15:59 WIB
Faisal Basri: Target Tax Amnesty Akan Gagal meski Ada Sri Mulyani
A
A
A
JAKARTA - Target penerimaan pajak dari kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty yang ditetapkan sebesar Rp165 triliun menurut Ekonom Faisal Basri tidak akan tercapai, bahkan meski ada Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) baru. Pemerintah lebih disarankan agar memangkas anggaran yang tidak perlu, guna menutupi kekurangan penerimaan negara dari pajak.
"Saya berpandangan tidak tercapai walaupun (meski ada Sri Mulyani), hampir kemustahilan, mimpi terlalu tinggi. Sebelum penyakit kemana-mana, amputasi belanja dan dikurangi," ujarnya di Jakarta, Senin (1/8/2016).
Menurutnya, tax amnesty jadi tugas paling berat dari mantan direktur pelaksana Bank Dunia tersebut. Namun menurutnya bukan tanpa peluang, sehingga kalau perlu anggaran pemerintahan yang dipangkas bisa mencapai Rp100 triliun.
"Tugas berat Sri Mulyani di sana, yang dilakukan pertama kali mulai Agustus potong anggaran sebesar Rp75 triliun-Rp100 triliun karena tax amnesty bicara konservatif," sambung dia.
(Baca Juga: HT: Target Tax Amnesty Rp165 Triliun Sulit Tercapai)
Kendati demikian lanjut dia, Sri Mulyani akan berani berseberangan dengan Jokowi jika ada kebijakan ekonomi yang dirasa kurang tepat. Ini berbeda dengan menteri Kabinet Kerja lain yang selalu mengiyakan keinginan Jokowi.
"Bu Sri Mulyani tipenya bukan seperti itu, bisa katakan tidak. Apakah Pak Jokowi siap ditentang menterinya? Mudah-mudahan Pak Jokowi bisa dengar Sri Mulyani dan bisa rasionaliasi," pungkasnya.
"Saya berpandangan tidak tercapai walaupun (meski ada Sri Mulyani), hampir kemustahilan, mimpi terlalu tinggi. Sebelum penyakit kemana-mana, amputasi belanja dan dikurangi," ujarnya di Jakarta, Senin (1/8/2016).
Menurutnya, tax amnesty jadi tugas paling berat dari mantan direktur pelaksana Bank Dunia tersebut. Namun menurutnya bukan tanpa peluang, sehingga kalau perlu anggaran pemerintahan yang dipangkas bisa mencapai Rp100 triliun.
"Tugas berat Sri Mulyani di sana, yang dilakukan pertama kali mulai Agustus potong anggaran sebesar Rp75 triliun-Rp100 triliun karena tax amnesty bicara konservatif," sambung dia.
(Baca Juga: HT: Target Tax Amnesty Rp165 Triliun Sulit Tercapai)
Kendati demikian lanjut dia, Sri Mulyani akan berani berseberangan dengan Jokowi jika ada kebijakan ekonomi yang dirasa kurang tepat. Ini berbeda dengan menteri Kabinet Kerja lain yang selalu mengiyakan keinginan Jokowi.
"Bu Sri Mulyani tipenya bukan seperti itu, bisa katakan tidak. Apakah Pak Jokowi siap ditentang menterinya? Mudah-mudahan Pak Jokowi bisa dengar Sri Mulyani dan bisa rasionaliasi," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :