Kemenkop Keluhkan Minim Keberpihakan Masyarakat ke UMKM

Rabu, 03 Agustus 2016 - 13:11 WIB
Kemenkop Keluhkan Minim Keberpihakan Masyarakat ke UMKM
Kemenkop Keluhkan Minim Keberpihakan Masyarakat ke UMKM
A A A
JAKARTA - Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) Kementerian Koperasi dan UKM menilai bahwa masyarakat Indonesia hingga saat ini masih belum memiliki keberpihakan terhadap para pengusaha UMKM. Pasalnya, masyarakat Indonesia cenderung lebih memilih menggunakan produk dari luar negeri ketimbang produk lokal.

(Baca Juga: Pemerintah Klaim UKM Siap Hadapi Pasar Global )

Direktur Utama LLP-KUKM‎ Ahmad Zabadi mengatakan, masyarakat selalu menuntut UKM untuk memiliki kualitas produk yang baik. Namun, di sisi lain tidak ada keberpihakan apapun terhadap produk yang diproduksi pengusaha lokal.

"‎Sampai hari ini untuk pasar domestik kita, secara umum sudah memproduksinya masih menjadi tuan rumah di negeri kita. Fashion, furniture, alas kaki. Tapi persoalannya, sebagian diantara kita masih ada mental kalau kualitas produk UKM kita kesannya selalu tidak lebih baik dari produk asing," katanya di Gedung Smesco, Jakarta, Rabu (3/8/2016).

Menurutnya, jika masyarakat membeli produk yang dijual pengusaha lokal maka otomatis akan ada peningkatan kualitas UKM. Sebab, ada perputaran uang yang kemudian dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas produk.

"‎Kalau sepatu luar negeri harganya Rp7 juta bisa sampai 6 tahun, terus harga sepatu dalam negeri Rp300 ribu ya wajar dong umurnya satu tahun saja. Karena harganya tidak mahal," imbuh dia.

Selain tidak ada keberpihakan dari masyarakat, tambah Zabadi, permasalahan yang dihadapi UKM adalah mahalnya ongkos logistik dan pengiriman (shipping) barang ke luar negeri. Bagi pelaku UKM yang baru mulai merambah pasar global, persoalan logistik menjadi penghalang untuk menembus pasar ekspor.

"‎Oleh karena itu, untuk mengurangi beban UKM dalam proses shipping, kita fasilitasi sebagian UKM yang baru menembus pasar negara tertentu. Kita subsidi, kita berikan dukungan keringanan biaya," tandasnya.
(akr)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.2118 seconds (11.252#12.26)