Kemenkeu Siapkan Skema Pemotongan Anggaran K/L

Rabu, 03 Agustus 2016 - 17:24 WIB
Kemenkeu Siapkan Skema...
Kemenkeu Siapkan Skema Pemotongan Anggaran K/L
A A A
JAKARTA - Pemerintah menyatakan ingin memprioritaskan program-program yang dianggap penting. Untuk itu, Kementerian Keuangan serius menyiapkan skema pemotongan anggaran untuk Kementerian dan Lembaga (K/L) pada semester II 2016.

Skema pemotongan ini disampaikan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo. Ia lantas menambahkan, dalam sidang kabinet di Istana dalam waktu dekat, semua kementerian akan berkumpul dan salah satu fokus pembahasan ialah masalah pemangkasan anggaran di kementerian dan lembaga masing-masing.

"Untuk pembahasan soal pangkas memangkas anggaran, nanti akan dibahas di sidang kabinet," ujar Mardiasmo di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (3/8/2016).

Bekas Kepala BPKP Pusat ini mengatakan, bahwa Lapangan Banteng--markas Kemenkeu--telah membuat sejumlah skema yang akan digunakan bila kondisi fiskal pemerintah memang tidak mendukung untuk membiayai anggaran K/L maupun transfer ke daerah, yang disebabkan oleh pendapatan negara yang tidak tercapai sesuai target.

"Kami siapkan skema, salah satunya adalah konversi Dana Alokasi Umum (DAU) ke obilgasi khusus. Sebab selama ini banyak anggaran yang sudah dikucurkan ke daerah namun tidak digunakan dan malah disimpan di perbankan," kata dia.

Kemenkeu sendiri, lanjut dia, sebetulnya sudah melakukan peringatan kepada pemerintah daerah mengenai penggunaan dana daerah untuk keperluan pembangunan daerah mereka. Namun eksekusi di lapangannya tidak maksimal.

"Maka untuk daerah yang masih menyimpan uang tersebut di perbankan dan tidak mengeksekusi anggaran terhadap program daerah maka DAU mereka akan diberikan dalam non-cash," katanya.

Namun demikian, ungkapnya lagi, Kemenkeu bakal melihat semua efisiensi yang dilakukan K/L maupun Pemda. Jika memang semua sektor bisa melakukan efisiensi maka hal ini akan berdampak baik pada keuangan negara.

Dari segi model pembelanjaan, Mardiasmo menjelaskan, terdapat tiga model yang diprioritaskan: belanja barang, belanja yang terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dan belanja yang tidak terkait tupoksi atau bersifat konsumtif.

"Kami sisir semua, supaya anggaran lebih produktif bukan konsumtif. Kami juga tidak akan memotong anggaran terkait pendidikan, kesehatan dan infrastrukur," pungkas dia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kemenkeu Ungkap Alasan...
Kemenkeu Ungkap Alasan Pembekuan Anggaran Kementerian Rp50,2 Triliun
Kemenkeu Ajukan Tambahan...
Kemenkeu Ajukan Tambahan Anggaran Rp43,307 T di 2021, Buat Apa?
Kemenkeu Perpanjang...
Kemenkeu Perpanjang Alokasi Anggaran Corona Sampai 2021
Sri Mulyani Mohon Maaf...
Sri Mulyani Mohon Maaf Tak Ada Snack Saat Rapat Imbas Hemat Anggaran
Kemenkeu Puji Komitmen...
Kemenkeu Puji Komitmen Jabar Soal Realisasi DAK Fisik Kesehatan Corona
Sah! Anggaran Kementerian...
Sah! Anggaran Kementerian Keuangan Dipangkas Rp8,9 Triliun
Berita Terkini
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
22 menit yang lalu
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
53 menit yang lalu
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
1 jam yang lalu
BRI dan Kembara Nusa...
BRI dan Kembara Nusa Sinergi Perluas Layanan Kesehatan Gigi di Wilayah 3T
1 jam yang lalu
Cegah Penyelundupan,...
Cegah Penyelundupan, Barantin dan Bea Cukai Siapkan Pengawasan Bersama
1 jam yang lalu
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Anggaran...
10 Negara dengan Anggaran Pertahanan Tertinggi pada 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved