IHSG Akhir Pekan Diperkirakan Mulai Tertekan
Jum'at, 05 Agustus 2016 - 08:18 WIB
IHSG Akhir Pekan Diperkirakan Mulai Tertekan
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan oleh Analis Reliance Securities Lanjar Nafi akan berada pada kisaran level 5.320-5.410. Menurutnya secara teknikal IHSG kembali terkonsolidasi setelah membentuk signal reversal pada area dekat resistance.
Lanjut dia Indikator stochastic masih memberikan signal tekanan bearish dan momentum RSI yang mulai tertekan dari area overbought. Sementara, IHSG kemarin bergerak cenderung flat pada area positif dengan ditutup hanya menguat 21,98% sebesar 0,41% di level 5.373,86 dengan volume yang relatif moderate.
"Trend bullish IHSG sudah cukup tinggi dengan gap relatifitas DI line yang mulai berganti trend jangka pendek pada indikator IDX. Sehingga disarankan Investor berhati-hati dan mulai sell on strength terhadap saham yang telah signifikan," ujarnya di Jakarta, Jumat (5/8/2016).
Pada perdagangan kemarin sektor pertanian tercatat memimpin penguatan sedangkan sektor aneka industri memimpin pelemahan setelah saham ASII tertekan hingga 2,5%. Selanjutnya, capital inflow masih tercatat cukup tinggi sebesar Rp1,03 triliun meskipun nilai tukar rupiah melemah 0,17% pada perdagangan hari ini.
"Investor domestik masih akan menanti data pertumbuhan PDB Indonesia yang akan dirilis akhir pekan ini," pungkasnya.
Lanjut dia Indikator stochastic masih memberikan signal tekanan bearish dan momentum RSI yang mulai tertekan dari area overbought. Sementara, IHSG kemarin bergerak cenderung flat pada area positif dengan ditutup hanya menguat 21,98% sebesar 0,41% di level 5.373,86 dengan volume yang relatif moderate.
"Trend bullish IHSG sudah cukup tinggi dengan gap relatifitas DI line yang mulai berganti trend jangka pendek pada indikator IDX. Sehingga disarankan Investor berhati-hati dan mulai sell on strength terhadap saham yang telah signifikan," ujarnya di Jakarta, Jumat (5/8/2016).
Pada perdagangan kemarin sektor pertanian tercatat memimpin penguatan sedangkan sektor aneka industri memimpin pelemahan setelah saham ASII tertekan hingga 2,5%. Selanjutnya, capital inflow masih tercatat cukup tinggi sebesar Rp1,03 triliun meskipun nilai tukar rupiah melemah 0,17% pada perdagangan hari ini.
"Investor domestik masih akan menanti data pertumbuhan PDB Indonesia yang akan dirilis akhir pekan ini," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :