Lembong: Data BPS Dapat Tentukan Arah Investasi
Senin, 08 Agustus 2016 - 11:36 WIB
Lembong: Data BPS Dapat Tentukan Arah Investasi
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong mengatakan bahwa data Badan Pusat Statistik bisa menentukan arah investasi. Sehingga, dapat membimbing investor untuk berinvestasi di sektor yang tepat.
Kepada Presiden Joko Widodo, Tom Lembong mengatakan data BPS tadi bisa membuat sektor investasi tumbuh 9%-9,5%. "Saya kasih lihat satu halaman ke Presiden (soal data BPS), bahwa sektor investasi bisa tumbuh hingga 9,5 persen, di atas pertumbuhan ekonomi," katanya di Jakarta, Senin (8/8/2016).
Pria berusia 45 tahun ini, menambahkan data BPS dan tren perekonomian Indonesia bisa dijadikan acuan untuk menentukan, membina, dan membimbing investor untuk mau berinvestasi di Indonesia.
Menurutnya, sektor investasi yang tercatat menjanjikan sudah seharusnya jadi perhatian investor. Jangan sampai mereka berinvestasi justru di tempat tidak menguntungkan.
"Kita bisa manfaatkan data yang ada di BPS. Dalam satu perjalanan ke luar negeri, saya keluarkan laporan GDP, ada laporan BPS satu halaman sektor yang pertumbuhan di atas pertumbuhan ekonomi nasional," kata Lembong.
Eks menteri perdagangan ini menjelaskan, data investasi yang akurat bisa dimanfaatkan guna menggerakkan perekonomian. Selain itu, arah investasi juga akan semakin jelas.
"Betapa pentingnya data akurat, kita bisa manfaakan dan lebih analitis untuk sektor perekonomian. Saat ini, kita bina investor mau investasi kemana," pungkasnya.
Kepada Presiden Joko Widodo, Tom Lembong mengatakan data BPS tadi bisa membuat sektor investasi tumbuh 9%-9,5%. "Saya kasih lihat satu halaman ke Presiden (soal data BPS), bahwa sektor investasi bisa tumbuh hingga 9,5 persen, di atas pertumbuhan ekonomi," katanya di Jakarta, Senin (8/8/2016).
Pria berusia 45 tahun ini, menambahkan data BPS dan tren perekonomian Indonesia bisa dijadikan acuan untuk menentukan, membina, dan membimbing investor untuk mau berinvestasi di Indonesia.
Menurutnya, sektor investasi yang tercatat menjanjikan sudah seharusnya jadi perhatian investor. Jangan sampai mereka berinvestasi justru di tempat tidak menguntungkan.
"Kita bisa manfaatkan data yang ada di BPS. Dalam satu perjalanan ke luar negeri, saya keluarkan laporan GDP, ada laporan BPS satu halaman sektor yang pertumbuhan di atas pertumbuhan ekonomi nasional," kata Lembong.
Eks menteri perdagangan ini menjelaskan, data investasi yang akurat bisa dimanfaatkan guna menggerakkan perekonomian. Selain itu, arah investasi juga akan semakin jelas.
"Betapa pentingnya data akurat, kita bisa manfaakan dan lebih analitis untuk sektor perekonomian. Saat ini, kita bina investor mau investasi kemana," pungkasnya.
(ven)
Lihat Juga :