Tax Amnesty Jadi Tumpuan Pemerintah Hadapi Gejolak Ekonomi Dunia

Jum'at, 19 Agustus 2016 - 20:17 WIB
Tax Amnesty Jadi Tumpuan...
Tax Amnesty Jadi Tumpuan Pemerintah Hadapi Gejolak Ekonomi Dunia
A A A
JAKARTA - Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengutarakan bahwa program pengampunan pajak atau tax amnesty menjadi andalan pemerintah untuk menghadapi gejolak perekonomian global. Amnesti pajak dinilai menjadi tumpuan pemerintah untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.

(Baca Juga: Dirjen Pajak Waswas Peminat Tax Amnesty Masih Minim)

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, pertumbuhan ekonomi dunia saat ini mengalami perlambatan. Meskipun tetap tumbuh, namun lanjut dia ritmenya semakin menurun dari tahun ke tahun.

"Tahun lalu 3,1%, tapi terus turun dari tahun sebelumnya. Tahun ini prediksinya sama dengan tahun lalu atau menurun, jadi tidak ada yang prospektif dari konteks global," katanya dalam Dialog Ekonomi Indonesia Terkait Pengampunan Pajak di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (19/8/2016).

(Baca Juga: Tak Lapor Aset lewat Tax Amnesty Terancam Diadili)

Menurutnya, saat ini tidak ada lagi yang bisa diandalkan dari kondisi perekonomian global. Negara seperti Amerika Serikat (AS), Jepang, Eropa, dan China telah mengalami guncangan ekonominya masing-masing.

"Ekonomi AS meskipun sudah recovery, tapi dia belum yakin dengan recoverynya. Apalagi kemarin juga ada Brexit. Jepang stagnan pertumbuhannya, bahkan harus mengeluarkan kebijakan yang sangat radikal yaitu negatif interset rate. Eropa juga stagnan dengan interest rate sangat rendah. China yang selama ini diandalkan, mereka punya problem tersendiri terutama dikaitkan dengan pertumbuhan mereka sendiri," terangnya.

(Baca Juga: Data Peserta Tax Amnesty Dijamin Tak Bocor Selama RI Merdeka)

Menurutnya, jika kondisi ekonomi global sudah tidak dapat lagi diandalkan maka tumpuannya adalah ekonomi domestik. Belanja pemerintah khususnya untuk infrastruktur harus diperbesar agar ada perputaran dalam roda perekonomian.

Namun, sambung mantan Menteri Keuangan ini, untuk meningkatkan belanja infratruktur, negara butuh penerimaan negara yang tak kalah besarnya. Selama ini, penerimaan negara mayoritas bersumber dari pajak.

"Karena itu kenapa kita butuh tax amnesty. Tax ratio kita tahun lalu cuma 11%. Untuk standar ASEAN itu rendah. Jadi tax ratio rendah, tapi kebutuhan untuk dorong pertumbuhan besar karena masih ada kemiskinan dan ketimpangan. Jadi dari situ alasan (pentingnya) tax amnesety, memastikan sumber cukup dalam anggaran untuk membuat belanja dan mendorong pertumbuhan ekonomi," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dongkrak Penerimaan...
Dongkrak Penerimaan Pajak, Sri Mulyani Diminta 'Eksplorasi' Data Pengampunan Pajak 2016
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Bakal Digelar, Catat Besaran Tebusannya
Pengampunan Pajak Tinggal...
Pengampunan Pajak Tinggal 34 Hari, Pemerintah Kantongi Rp10 Triliun Lebih
Pengampunan Pajak Jilid...
Pengampunan Pajak Jilid II Dikritisi, Pengamat: Blunder ke Penerimaan Negara
Sri Mulyani: Kami Tidak...
Sri Mulyani: Kami Tidak Akan Berikan Lagi Program Pengampunan Pajak
Tinggal 28 Hari! Ikuti...
Tinggal 28 Hari! Ikuti Pengampunan Pajak atau Kena Denda 200 Persen
Berita Terkini
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
5 menit yang lalu
Perang Iran Picu Guncangan...
Perang Iran Picu Guncangan Pasokan Minyak Terbesar Sepanjang Sejarah, Lampaui Krisis 1979
27 menit yang lalu
Pertamina Jamin Stok...
Pertamina Jamin Stok LPG di Surabaya Aman
1 jam yang lalu
Tol Prambanan-Purwomartani...
Tol Prambanan-Purwomartani Siap Beroperasi Mudik Lebaran 2027
1 jam yang lalu
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
2 jam yang lalu
Sucofindo Dukung Inisiatif...
Sucofindo Dukung Inisiatif ABPEDNAS melalui Program Srikandi Jaga Desa
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved