Tax Amnesty Jadi Andalan Baru Bank Isi Kekurangan Likuiditas

Minggu, 28 Agustus 2016 - 12:25 WIB
Tax Amnesty Jadi Andalan...
Tax Amnesty Jadi Andalan Baru Bank Isi Kekurangan Likuiditas
A A A
PASURUAN - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa hingga Juni 2016 dana pihak ketiga (DPK) perbankan baru terkumpul sebesar Rp4.574 triliun atau hanya tumbuh 5,90 persen (YoY). Angka ini jauh lebih rendah bila dibandingkan pertumbuhan DPK pada periode yang sama di tahun lalu yang sebesar 12,65 persen (YoY).

Seretnya arus DPK ini pada gilirannya akan berdampak pada kekeringan likuiditas sehingga mengharuskan perbankan memutar otak mencari sumber pendanaan lain. Sementara fungsi intermediasi pun mulai mendekati batas atas toleransi (92 persen) dengan rasio LDR (loan to deposit ratio) saat ini sebesar 91,19 persen.

"Pertumbuhan DPK ini juga diluar kebiasaan. Pertumbuhan DPK perbankan nasional pada tahun-tahun sebelumnya selalu tumbuh dua digit," ujar Deputi Direktur Pengembangan dan Pengawasan Manajemen Krisis OJK Aslan Lubis saat Training dan Gathering Wartawan Jasa Keuangan di Bromo Cottages, Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (27/8).

Penurunan itu ujar aslan, bukanlah disebabkan adanya kebijakan pembatasan bunga deposito pada Bank BUKU III dan BUKU IV dan mulai beralihnya investor ke instrumen investasi pasar modal.

Untuk diketahui, secara month to month (mtm) pertumbuhan deposito perbankan menurun sebesar 0,84%. Kendati begitu porsi deposito masih mendominasi dalam DPK perbankan yakni 45,54%, diikuti tabungan 31,02% dan giro 23,44%.

Sementara untuk menutupi kekurangan likuiditas akibat DPK yang seret, Aslan menilai, perbankan tinggal bergantung pada keberhasilan program pengampunan pajak atau amnesti pajak. Tercatat, hingga 26 Agustus 2016 dana repatriasi dari program tersebut baru mencapai Rp7,66 triliun.

Jika program andalan pemerintah tersebut tak berhasil, kata dia, likuditas perbankan akan tetap tertolong asalkan tidak terjadi pulang dana asing ke negera asal atau capital outflow.

"Kita tertolong dengan pertumbuhan ekonomi dengan arus modal masuk sehingga inflow deras masuk dan membantu ketersediaan likuditas," tuturnya.
(dol)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OJK Beberkan Kriteria...
OJK Beberkan Kriteria Bank Jangkar Penyangga Likuiditas Perbankan
OJK Optimistis Skema...
OJK Optimistis Skema Bantalan Likuiditas Efektif Jaga Perbankan
OJK Pastikan Likuiditas...
OJK Pastikan Likuiditas Perbankan Masih Aman
OJK: Penyaluran Likuiditas...
OJK: Penyaluran Likuiditas dari Bank Penyangga Dijamin LPS
OJK Catat Likuiditas...
OJK Catat Likuiditas dan Modal Perbankan Masih Kuat
OJK Beberkan Kelemahan...
OJK Beberkan Kelemahan yang Menghambat Pertumbuhan Bank Syariah
Berita Terkini
BRI dan Kembara Nusa...
BRI dan Kembara Nusa Sinergi Perluas Layanan Kesehatan Gigi di Wilayah 3T
12 menit yang lalu
Cegah Penyelundupan,...
Cegah Penyelundupan, Barantin dan Bea Cukai Siapkan Pengawasan Bersama
24 menit yang lalu
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
31 menit yang lalu
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
1 jam yang lalu
Beli Rumah Bukan Lagi...
Beli Rumah Bukan Lagi Mimpi! BRI x REI Expo Semarang 2026 Hadirkan KPR Super Ringan
1 jam yang lalu
Petani Sawit Tagih Bukti...
Petani Sawit Tagih Bukti di Balik Klaim Sukses DSI Tutup Gap Harga Ekspor
2 jam yang lalu
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved