Luhut Ajukan Asumsi Dasar Sektor ESDM dalam RAPBNP 2017

Kamis, 01 September 2016 - 13:13 WIB
Luhut Ajukan Asumsi...
Luhut Ajukan Asumsi Dasar Sektor ESDM dalam RAPBNP 2017
A A A
JAKARTA - Menko bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan hari ini menggelar rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, atas jabatannya sebagai Plt Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dalam rapat ini, Luhut mengajukan beberapa asumsi dasar sektor ESDM untuk Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2017.

Dia menyebutkan, asumsi Indonesia Crude Price (ICP) yang diajukan Kementerian ESDM untuk tahun depan sebesar USD45 per barel. Asumsi ini telah mempertimbangkan faktor permintaan dan faktor harga minyak dunia tahun depan.

Selanjutnya, asumsi lifting minyak dan gas bumi pada 2017 sebesar 1.930 barel setara minyak per hari. "Dengan rincian minyak bumi sebesar 780 ribu bph dan gas 1.150 barel setara minyak per hari," katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (1/9/2016).

Luhut menuturkan, asumsi volume bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tahun depan diusulkan sebesar 16,61 juta kiloliter (KL). Serta volume elpiji 3 kg sebesar 7.096 juta ton.

Pemerintah, kata mantan Menko bidang Politik Hukum dan Keamanan ini, dalam pembahasan asumsi dasar sektor ESDM pada RAPBN 2017 mengusulkan subsidi minyak solar sebesar Rp500/liter. Sementara, subsidi energi baru dan terbarukan sebesar Rp1.299,5 miliar.

"Subsidi EBT dialokasikan Rp1.299,5 miliar yang merupakan subsidi untuk penyediaan pembangkit listrik yang menggunakan EBT serta subsidi BBN jenis bioethanol," imbuh dia.

Sementara, untuk subsidi listrik tahun berjalan diusulkan sekitar Rp48,56 triliun. Usulan ini turun sekitar Rp21 triliun dibanding subsidi listrik pada 2016, karena ada perbaikan pemberian subsidi listrik rumah tangga miskin dan rentan miskin untuk pelanggan 900 voltampere (VA) di 2017.

"Kami sekarang sedang melakukan langkah efisiensi di ESDM. Karena itu, tidak menutup kemungkinan bisa saja naik baik itu minyak bumi maupun gas. Angka yang dikatakan saya bisa katakan pada hari ini angka yang consider as a very conservative," tandas Luhut.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Komisi VII DPR Setujui...
Komisi VII DPR Setujui Asumsi Makro Kementerian ESDM
Tok! Menteri ESDM dan...
Tok! Menteri ESDM dan Komisi VII Sepakati Asumsi Makro Sektor ESDM
Jokowi Beberkan Asumsi-Asumsi...
Jokowi Beberkan Asumsi-Asumsi Makro 2021
Disetujui DPR, Ini Asumsi-Asumsi...
Disetujui DPR, Ini Asumsi-Asumsi dalam RAPBN 2021
Ambyar, Sri Mulyani...
Ambyar, Sri Mulyani Akui Asumsi Makro Banyak Meleset
Pasar Lebih Optimistis...
Pasar Lebih Optimistis Dibandingkan Kondisi Makro
Berita Terkini
Heboh PHK Massal, Said...
Heboh PHK Massal, Said Iqbal Bakal Temui Manajemen Tokopedia dan TikTok
15 menit yang lalu
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Customer Experience, Jasa Marga Gelar Expert Sharing Session
32 menit yang lalu
Modernland Realty Hadirkan...
Modernland Realty Hadirkan Neo Pasadena, Hunian Eksklusif Mulai Rp1,2 Miliar
34 menit yang lalu
Menjaga Pertumbuhan,...
Menjaga Pertumbuhan, Ratusan Brand Andalkan Efisiensi Material Kemasan
48 menit yang lalu
Gaduh Pengangkatan Komisaris...
Gaduh Pengangkatan Komisaris BUMN, Qodari: Penting untuk Kawal Agenda Negara
1 jam yang lalu
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
4 jam yang lalu
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved