Produk Solo Laku Keras di Jeju Korea

Selasa, 06 September 2016 - 05:34 WIB
Produk Solo Laku Keras...
Produk Solo Laku Keras di Jeju Korea
A A A
JAKARTA - Pameran produk makanan ringan alias snack Indonesia, tidak saja menjadi konsumsi dalam negeri juga sohor ke mancanegara. Begitu pula dalam hari pertama pameran snack tradisional di Jeju, Korea Selatan. Snack tradisional Ganep asal Solo, Jawa Tengah, menjadi perhatian salah satu snack store Negeri Ginseng. Bahkan langsung dipajang dan menurut rencana bakal dipasarkan di jaringan toko mereka.

Marketing Manager Roti Ganep, Emi Yuniawati mengatakan animo masyarakat Korea Selatan terhadap snack Indonesia sungguh di luar ekspektasi. "Pameran pertama roti Ganep di luar negeri ini memberikan rasa percaya diri untuk melakukan ekspansi ke mancanegara," ujarnya.

Pameran International Lifestyle of Health and Sustainability (Lohas) 2016 secara resmi dibuka pada hari Jumat, 2 September 2016 oleh Walikota Jeju. Pameran produk sehat ini tidak hanya orang dikunjungi oleh orang Korea tetapi juga dipenuhi oleh pembeli dari Malaysia, Hong Kong dan China.

Pameran yang di helat selama tiga hari (2-4 September 2016) diikuti sembilan perusahaan Indonesia. Lima dari sembilan perusahaan yang berpartisipasi merupakan binaan dan difasilitasi Disperindag kota Solo yang membawa produk unggulan batik, kerajinan tangan dan makanan seperti sambal pecel dalam kaleng Bu Jayus yang sudah kondang di Indonesia. Selain itu ada snack traditional legendaris kota Solo "Ganep" yang sudah berumur 135 tahun.

Menurut Minister Counsellor KBRI Seoul dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Busan, Aji Surya, Pameran Lohas 2016 merupakan pameran internasional tahunan Pemerintah Kota Jeju. Pameran yang sudah terselenggara lima tahun ini, menawarkan produk yang memiliki kriteria clean health food, beauty & cosmetic, healing program, medical related, low carbon related dan village experience related.

"Indonesia merupakan negara yang memiliki beraneka tanaman herbal dan produk natural sehingga kami anggap pas mengikuti pameran ini," ujar Kepala ITPC Busan, Indra Wijayanto dalam siaran pers yang diterima Sindonews, Selasa (6/9/2016).

ITPC sendiri mempromosikan produk seperti gula kelapa, kerajinan tangan, serta melakukan test kopi Indonesia kepada para pengunjung.

Adapun Pulau Jeju merupakan salah satu tujuan wisata utama di Korsel dan telah ditetapkan UNESCO pada tahun 2007 sebagai warisan alami dunia dengan situs Pulau Vulkanik Jeju dan lava tubes. Tidak mengherankan banyak kegiatan international diselenggarakan di pulau ini.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
Danone Indonesia Tingkatkan...
Danone Indonesia Tingkatkan Kemampuan Digital dan UMKM Nasional
UMKM Diharapkan Naik...
UMKM Diharapkan Naik Kelas dengan Memanfaatkan Aplikasi Lokal
Pelaku Usaha Mikro Paling...
Pelaku Usaha Mikro Paling Rawan Bangkrut Saat Krisis Datang
UU Ciptaker Beri Kemudahan,...
UU Ciptaker Beri Kemudahan, Pemberdayaan dan Perlindungan bagi Pelaku UMKM
Bangkit Bersama Infina,...
Bangkit Bersama Infina, UKM dan UMKM Indonesia Berjaya di Rumah Sendiri
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
33 menit yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
10 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
11 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
11 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
12 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved