Sri Mulyani Geram ke Malaysia Terkait Perusakan Laut Indonesia

Selasa, 13 September 2016 - 18:47 WIB
Sri Mulyani Geram ke...
Sri Mulyani Geram ke Malaysia Terkait Perusakan Laut Indonesia
A A A
JAKARTA - Berbaju rompi hitam bertuliskan warna kuning Bea Cukai, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati seolah 'siap bertempur' menghadapi aksi penyelundupan. Bertempat di Terminal Kalibaru, Jakarta Utara, Selasa (13/9/2016), Ani--sapaan akrabnya--bersama jajaran Ditjen Bea Cukai, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan kepolisian membongkar penyeludupan 166.475 kg amonium nitrat dari Malaysia yang ditaksir mencapai Rp24,97 miliar.

Amonium nitrat tersebut diselundupkan guna sebagai bahan peledak untuk menangkap ikan secara ilegal dan terumbu karang. Rencana aksi demikian tentu saja merugikan perairan dan laut Indonesia. (Baca: Sri Mulyani Bantu Menteri Susi Lindungi Laut Indonesia)

Ani mengaku geram dengan kasus penyelundupan amonium nitrat dari Malaysia itu. Sebab, bahan kimia yang dikirim dari negeri jiran itu sejak 2010 telah memporak-porandakan 500 ton terumbu karang di Indonesia. Sic!

“Penyelundupan ini dari Malaysia, sudah enam tahun terakhir bahan kimia ini sangat berbahaya dalam menangkap ikan karena merusak terumbu karang. Kami akan temui Pemerintah Malaysia untuk menindaklanjuti kasus ini agar tidak terus berulang,” ujarnya dengan geram, Selasa (13/9/2016).

Menkeu Sri Mulyani lantas meminta dukungan terus dari Polri dan jajaran Bea Cukai dalam menindak aksi yang dapat merusak ekosistem laut Indonesia. Ia berterima kasih dan berharap kerja sama keduanya dapat meminimalkan aksi yang merugikan perairan Indonesia. (Baca: Sri Mulyani Gandeng Kemensos Salurkan Mackarel Selundupan)

"Bahan-bahan peledak yang kami temukan, itu sangat merugikan dan mengancam biota laut kita. Maka kami akan tindak dengan tegas. Jumlah terumbu karang kita sudah banyak yang rusak dan yang baik hanya 32%. Untuk negara kepulauan tentu ini sangat berat karena terumbu karang juga merupakan salah satu daya tarik kita di dunia," pungkas dia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Usulkan Tambahan...
KKP Usulkan Tambahan Bantuan Stimulus Sektor Kelautan dan Perikanan ke Sri Mulyani
Sri Mulyani: Kontribusi...
Sri Mulyani: Kontribusi Ekonomi Sektor Kelautan Baru 2,8%
Bertemu Menteri KKP...
Bertemu Menteri KKP Trenggono, Sri Mulyani Bincangkan Isu Ini
Kepada Menteri Trenggono,...
Kepada Menteri Trenggono, Sri Mulyani Berharap Kesejahteraan Nelayan Ditingkatkan
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Sri Mulyani Umumkan...
Sri Mulyani Umumkan APBN Alami Defisit Rp35 Triliun
Berita Terkini
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
16 menit yang lalu
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
57 menit yang lalu
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
1 jam yang lalu
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
2 jam yang lalu
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
2 jam yang lalu
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
2 jam yang lalu
Infografis
Head to Head Timnas...
Head to Head Timnas Indonesia U-23 vs Malaysia U-23
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved