Ekspor Jawa Tengah Agustus Membaik

Kamis, 15 September 2016 - 20:12 WIB
Ekspor Jawa Tengah Agustus...
Ekspor Jawa Tengah Agustus Membaik
A A A
SEMARANG - Ekspor Jawa Tengah (Jateng) ke negara-negara utama pada Agustus mengalami peningkatan cukup baik, setelah dalam beberapa bulan terakhir ekspor Jateng mengalami penurunan.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) ekspor Jateng pada Agustus mencapai USD449,18 juta atau mengalami kenaikan sebesar 56,33% dibanding ekspor Juli yang hanya mencapai USD287,33 juta.

Meski ekspor Agustus mengalami peningkatan cukup tinggi, namun secara kumulatif, ekspor Jateng sepanjang Januari-Agustus 2016 masih lebih rendah dibanding periode sama 2015.

"Ekspor kumulatif Januari-Agustus 2016 mencapai USD3.531,77 juta turun 2,74% dari tahun lalu yang mencapai USD5.374,70 juta," kata Kepala BPS Jateng Margo Yuwono, Semarang, Kamis (15/9/2016).

Berdasarkan data peningkatan nilai ekspor paling tinggi ke Amerika Serikat sebesar USD111,78 juta, dari sebelumnya hanya sebesar USD77,87 juta. Kemudian disusul ke Jepang sebesar USD60,07 juta dan ke China sebesar USD47,06 juta.

"Negara utama masih Amerika, Jepang, dan China. Ketiga negara ini memberikan kontribusi ekspor Jateng sebesar 46,05%," imbuhnya.

Sementara, untuk ekspor ke Uni Eropa masih relatif kecil secara kumulatif Januari-Agustus mencapai USD593,26 juta atau berkontribusi sebesar 16,80%.
Tak bisa dipungkiri, produk tekstil dan barang tekstil, kayu dan barang dari kayu, serta bermacam barang hasil pabrik, masih menjadi komoditas utama ekspor Jateng. Ketiga komoditas ini memberikan andil cukup besar.

Tekstil dan barang tekstil memberi andil sebesar 44,70%, kayu dan barang dari kayu memberi andil 17,70% sementara untuk produk pabrik memberi andil 12,59% terhadap seluruh ekspor Jateng.

Sementara, meski ekspor Jateng pada Agustus naik cukup tinggi, namun impor Jateng relatif masih terkendali. Nilai impor Jawa Tengah Agustus 2016 mencapai USD752,64 juta, naik sebesar 17,57% dibanding impor Juli 2016 (USD640,14 juta).

Bahkan, secara kumulatif Januari-Agustus 2016 mencapai USD5.739,00 juta atau turun 24,77% dari ekspor kumulatif Januari-Agustus 2015 (USD7.628,80 juta).

Ketua Apindo Jateng Frans Kongi mengatakan, ekonomi global lambat laun mulai membaik, sehingga meningkatkan daya beli. "Untuk negara Amerika saat ini kondisinya sudah relatif baik, dan kondisi dalam negeri juga cukup stabil," katanya.

Dia berharap kondisi tersebut terus bertahan sehingga, ekspor Jateng terus tumbuh. Dengan begitu perekonomian Jateng juga akan semakin baik.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Mendag Sebut Top 10...
Mendag Sebut Top 10 Destinasi Ekspor Utama RI Tumbuh 71,65%
Ekspor Nonmigas Maret...
Ekspor Nonmigas Maret Cetak Rekor, Mendag: Bukti Perbaikan Ekonomi
6 Barang Paling Banyak...
6 Barang Paling Banyak Diimpor Indonesia dari Israel di 2024
China Percantik Data...
China Percantik Data Ekspor, Kredibilitas Dipertanyakan
Membaiknya Ekspor-Impor...
Membaiknya Ekspor-Impor Tandai Pulihnya Ekonomi Domestik
Berita Terkini
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
17 menit yang lalu
Desa BRILiaN Ketapanrame,...
Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Mampu Ciptakan Ekonomi Desa yang Maju dan Berkelanjutan
32 menit yang lalu
HUT ke-14, JustMarkets...
HUT ke-14, JustMarkets Bagi-bagi Emas Batangan dan Total Hadiah USD50.000+
2 jam yang lalu
10 Rute Penerbangan...
10 Rute Penerbangan Internasional Tersibuk di Dunia, Jakarta-Singapura Masuk Daftar
2 jam yang lalu
PT IIM Buktikan Konsistensi...
PT IIM Buktikan Konsistensi Kinerja Historis dan Dampak Sosial di Tengah Volatilitas Pasar
12 jam yang lalu
Membaca Pola Pelemahan...
Membaca Pola Pelemahan Rupiah, DEN Prediksi Kurs Melandai pada Juli 2026
12 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved