ADB Koreksi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2016 Jadi 5%

Selasa, 27 September 2016 - 11:24 WIB
ADB Koreksi Proyeksi...
ADB Koreksi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2016 Jadi 5%
A A A
JAKARTA - Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) mengoreksi ‎proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini menjadi 5%. Angka ini turun dari perkiraan sebelumnya, di mana pada Maret 2016 ADB memprediksi ekonomi Indonesia pada 2016 akan tumbuh 5,2%.

Wakil Kepala Perwakilan ADB untuk Indonesia Sona Shrestha mengatakan, ‎selain mengoreksi target pertumbuhan ekonomi 2016, pihaknya juga mengoreksi perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun depan dari 5,5% menjadi 5,1%. Penyesuaian prediksi ini lantaran melihat realisasi belanja investasi yang lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.

"Di tengah situasi yang sulit, ekonomi Indonesia tetap akan tumbuh sehat tahun ini," katanya di The Plaza Office, Jakarta, Selasa (28/9/2016).

Sona menilai, belanja pemerintah untuk infrastruktur memang akan mengalami percepatan pada paruh kedua 2016. Namun, secara keseluruhan investasi dan konsumsi pemerintah akan lebih rendah dari prediksi sebelumnya dikarenakan rendahnya realisasi penerimaan negara.

"‎Investasi swasta akan memperoleh manfaat dari diterapkannya serangkaian paket reformasi kebijakan yang diumumkan pemerintah. Beberapa perbaikan penting antara lain dibukanya peluang penanaman modal asing bagi 35 industri tambahan, dan proses izin usaha yang telah disederhanakan secara signifikan," jelasnya.

Dia menuturkan, pemerintah perlu mempertimbangkan berbagai langkah untuk menghadapi risiko terhadap prospek pertumbuhan ekonomi. Hal ini seiring dengan adanya pemotongan anggaran serta keterlambatan dari berbagai proyek infrastruktur.

"Laporan ini iuga mencatat adanya kelemahan di pasar tenaga kerja yang dapat melemahkan kepercayaan konsumen. Laporan ini mencatat bahwa terjadi penurunan jumlah pekerjaan pada periode 12 bulan sampai Februari 2016, dibanding tahun sebelumnya. Walaupun jumlah pekerjaan di perdesaan meningkat," terangnya.

Sona menambahkan, upah minimum yang lebih tinggi, kenaikan nilai Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), dan melambatnya inflasi sejatinya dapat mendorong pertumbuhan pengeluaran rumah tangga. Tak hanya itu, alokasi APBN yang lebih tinggi untuk dana desa serta prospek yang lebih baik di sektor pertanian juga akan meningkatkan pendapatan di pedesaan.

"Seiring makin terwujudnya reformasi kebijakan di Indonesia dan membaiknya momentum pertumbuhan perekonomian negara-negara industri utama, besar kemungkinannya kita akan melihat peningkatan ekonomi lebih Ianjut di tahun mendatang," tandas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyeksi ADB: Perdana...
Proyeksi ADB: Perdana dalam 3 Dekade, Pertumbuhan Asia Bakal Melewati China
Dapat Angin Segar dari...
Dapat Angin Segar dari China, ADB Ramal Negara Berkembang Asia Mengakhiri 2023 Lebih Cerah
Ramalan Ekonomi RI dari...
Ramalan Ekonomi RI dari ADB, Tambah Mengerikan?
Simak! Ramalan Ekonomi...
Simak! Ramalan Ekonomi RI Tahun 2021 dari Bank Terbesar di Asia
Ramalan ADB: Ekonomi...
Ramalan ADB: Ekonomi RI Tahun 2022 Tumbuh Positif 4,8%
ADB Proyeksikan Ekonomi...
ADB Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh hanya 1% di 2020
Berita Terkini
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
27 menit yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
43 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
50 menit yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
54 menit yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
55 menit yang lalu
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
2 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved