Dolar Lemah Rupiah Menguat, Ini Kata Ekonom

Jum'at, 07 Oktober 2016 - 00:39 WIB
Dolar Lemah Rupiah Menguat,...
Dolar Lemah Rupiah Menguat, Ini Kata Ekonom
A A A
JAKARTA - Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan, menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) didorong oleh dua faktor. Pelemahan indeks dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, setelah gubernur bank sentral Jepang mendukung penguatan yen. Melemahnya USD juga disebabkan ketidakpastian jelang debat Capres AS yang pertama.

"Terkait dengan capres AS yang sudah berlangsung, capres dari Partai Demokrat cenderung lebih unggul dari capres Partai Republik. Hal tersebut direspons positif oleh pasar karena kebijakan ekonomi dari capres Partai Republik cenderung akan mendorong melebarnya defisit fiskal yang berpontesi meningkatkan utang luar negeri AS," ungkap Josua saat dihubungi di Jakarta, Kamis (6/10/2016).

Selain itu, faktor global adanya kenaikan harga minyak dunia seiring ekspektasi pemangkasan produksi minyak dari beberapa anggota OPEC.

Sementara itu, imbuh dia, dari dalam negeri, penguatan rupiah masih didorong pelonggaran kebijakan moneter BI yang mendorong capital inflow pada pasar saham dan obligasi.

Di samping itu, progres dari uang tebusan amnesti pajak yang cenderung semakin cepat (per 26 September dana repatriasi mencapai Rp103 triliun dan pembayaran tebusan mencapai Rp62 triliun) diharapkan dapat menekan potensi pemangkasan belanja pemerintah lebih lanjut.

Menurut Josua, berdasarkan komentar BI, bahwa BI tentunya akan memantau pergerakan rupiah di pasar dan apabila rupiah mengalami penguatan yang terlalu kuat dan terlalu cepat, bisa berpotensi menekan penerimaan ekspor di tengah lemahnya permintaan global.

"Meskipun progres dari amnesti pajak mendukung namun pada kuartal IV, rupiah berpotensi mendapat tekanan dari rencana normalisasi kebijakan bank sentral AS, dimana rapat FOMC bulan September ini, Fed menyatakan bahwa kenaikan suku bunga AS pada akhir tahun ini diperlukan mengingat kondisi ekonomi yang semakin membaik," terangnya.

Namun secara keseluruhan, fundamental ekonomi Indonesia yang membaik dibandingkan tahun lalu (ditandai dengan inflasi yang terkendali, CAD yang mengecil serta pertumbuhan ekonomi yang membaik) nilai tukar rupiah diperkirakan akan berada di kisaran Rp13.000-13.100 per USD.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Rupiah Berpotensi Berbalik...
Rupiah Berpotensi Berbalik Menguat
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Rupiah Diprediksi Kembali...
Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Akhir Pekan, Rupiah...
Akhir Pekan, Rupiah Diprediksi Tertekan
Rupiah Melanjutkan Pelemahan...
Rupiah Melanjutkan Pelemahan ke Rp13.980 per USD
Berita Terkini
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
31 menit yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
9 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
9 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
10 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
10 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved