IHSG Ditutup Ambruk ke level 5.377, Bursa Asia Memerah
Jum'at, 07 Oktober 2016 - 16:37 WIB
IHSG Ditutup Ambruk ke level 5.377, Bursa Asia Memerah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berakhir ambruk ke level 5.377,15, dengan penurunan sebesar 0,60% atau setara dengan 32,20 poin. Pelemahan IHSG sore ini mengiringi mayoritas yang tertahan di zona merah.
Sementara pada perdagangan tadi pagi, IHSG dibuka melemah 5,37 poin atau 0,10% ke level 5.403,98 dan semakin terpuruk pada sesi siang, usai kehilangan 27,72 poin atau 0,51% ke level 5.381,62. Sedangkan kemarin, bursa saham Tanah Air ditutup menyusut 11,30 poin atau setara dengan 0,21% ke level 5.409,34.
Dilansir CNBC, Jumat (7/10/2016) pasar saham Asia pada perdagangan akhir pekan tersandung di sesi penutupan terimbas sentimen negatif dari penurunan tajam poundsterling. Sementara data ketenagakerjaan AS pada September, sedikit banyak mempengaruhi para pelaku pasar.
Di Australia, indeks ASX 200 ditutup turun 15,63 poin atau 0,29% ke level 5.467,40, ketika mayoritas sektor berakhir lebih rendah, meskisektor keuangan meningkat 0,11% diikuti sektor energi bertambah 0,72%. Pelemahan juga terlihat pada indeks Nikkei Jepang yang menyusut 39,01 poin atau 0,23% menuju level 16.860,09.
Sementara bursa saham Korea Selatan, Kospi ditutup berkurang sebesar 11,50 poin atau 0,56% ke level 2.053,80 diikuti kejatuhan indeks Hang Seng mencapai 0,56% setara dengan 100,68 poin atau 0,42% ke posisi 23.851,82. Pasar saham di China sendiri ditutup karena libur Golden Week.
Di pasar mata uang, poundsterling terjun bebas menyentuh level terendah dalam tiga dekade untuk apa yang digambarkan sebagai 'Flash Crash'. Mata uang Negeri Ratu Elizabeth -julukan Inggris- sempat berada di level 1.1819 terhadap dolar Amerika Serikat (USD), sebelum naik kembali ke kisaran level 1.2437.
Pada awal perdagangan, pounds sempat naik paling tinggi ke posisi 1.2624, meskipun hal itu tidak lebih baik dari pekan lalu yakni 1,30 melawan USD. Pada Februari 1985, pound sempat jatuh terdalam menjadi 1.0520 terhadap USD di tengah-tengah gejolak industri pertambangan.
Di sisi lain mayoritas sektor saham dalam negeri hingga sesi perdagangan sore hari ini bergerak variatif dipimpin sektor aneka industri yang menyusut 1,50% diikuti sektor konsumen yang lebih rendah 1,21%. Sedangkan sektor yang paling tinggi kenaikannya dicetak oleh perkebunan 1,06%, lalu pertambangan dengan kenaikan sebesar 1,05%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,74 triliun dengan 8,07 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp751,3 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,23 triliun dan aksi beli sebesar Rp1,47 triliun. Tercatat di akhir perdagangan hari ini 149 saham menguat, 148 saham melemah dan 105 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) naik Rp250 menjadi Rp7.100, PT Polaris Investama Tbk (PLAS) meningkat Rp205 menjadi Rp1.025 dan PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk. (ABDA bertambah Rp150 menjadi Rp6.950.
Sedangkan saham-saham yang melemah yakni PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menyusut menjadi Rp950 jadi Rp65.900, PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) berkurang Rp340 menjadi Rp3.100 serta PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp150 menjadi Rp8.200.
Sementara pada perdagangan tadi pagi, IHSG dibuka melemah 5,37 poin atau 0,10% ke level 5.403,98 dan semakin terpuruk pada sesi siang, usai kehilangan 27,72 poin atau 0,51% ke level 5.381,62. Sedangkan kemarin, bursa saham Tanah Air ditutup menyusut 11,30 poin atau setara dengan 0,21% ke level 5.409,34.
Dilansir CNBC, Jumat (7/10/2016) pasar saham Asia pada perdagangan akhir pekan tersandung di sesi penutupan terimbas sentimen negatif dari penurunan tajam poundsterling. Sementara data ketenagakerjaan AS pada September, sedikit banyak mempengaruhi para pelaku pasar.
Di Australia, indeks ASX 200 ditutup turun 15,63 poin atau 0,29% ke level 5.467,40, ketika mayoritas sektor berakhir lebih rendah, meskisektor keuangan meningkat 0,11% diikuti sektor energi bertambah 0,72%. Pelemahan juga terlihat pada indeks Nikkei Jepang yang menyusut 39,01 poin atau 0,23% menuju level 16.860,09.
Sementara bursa saham Korea Selatan, Kospi ditutup berkurang sebesar 11,50 poin atau 0,56% ke level 2.053,80 diikuti kejatuhan indeks Hang Seng mencapai 0,56% setara dengan 100,68 poin atau 0,42% ke posisi 23.851,82. Pasar saham di China sendiri ditutup karena libur Golden Week.
Di pasar mata uang, poundsterling terjun bebas menyentuh level terendah dalam tiga dekade untuk apa yang digambarkan sebagai 'Flash Crash'. Mata uang Negeri Ratu Elizabeth -julukan Inggris- sempat berada di level 1.1819 terhadap dolar Amerika Serikat (USD), sebelum naik kembali ke kisaran level 1.2437.
Pada awal perdagangan, pounds sempat naik paling tinggi ke posisi 1.2624, meskipun hal itu tidak lebih baik dari pekan lalu yakni 1,30 melawan USD. Pada Februari 1985, pound sempat jatuh terdalam menjadi 1.0520 terhadap USD di tengah-tengah gejolak industri pertambangan.
Di sisi lain mayoritas sektor saham dalam negeri hingga sesi perdagangan sore hari ini bergerak variatif dipimpin sektor aneka industri yang menyusut 1,50% diikuti sektor konsumen yang lebih rendah 1,21%. Sedangkan sektor yang paling tinggi kenaikannya dicetak oleh perkebunan 1,06%, lalu pertambangan dengan kenaikan sebesar 1,05%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,74 triliun dengan 8,07 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp751,3 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,23 triliun dan aksi beli sebesar Rp1,47 triliun. Tercatat di akhir perdagangan hari ini 149 saham menguat, 148 saham melemah dan 105 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) naik Rp250 menjadi Rp7.100, PT Polaris Investama Tbk (PLAS) meningkat Rp205 menjadi Rp1.025 dan PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk. (ABDA bertambah Rp150 menjadi Rp6.950.
Sedangkan saham-saham yang melemah yakni PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) menyusut menjadi Rp950 jadi Rp65.900, PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA) berkurang Rp340 menjadi Rp3.100 serta PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp150 menjadi Rp8.200.
(akr)
Lihat Juga :