Ini Alasan Sektor Pertanian Sulit Dapat KUR

Sabtu, 15 Oktober 2016 - 01:11 WIB
Ini Alasan Sektor Pertanian...
Ini Alasan Sektor Pertanian Sulit Dapat KUR
A A A
JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) mengungkap alasan di balik sulitnya sektor pertanian mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Letak sektor pertanian yang hampir seluruhnya berada di pinggiran desa menjadi penyebab, sehingga akses masyarakat untuk memperoleh pembiayaan jadi sangat terbatas.

Sekretaris Kemenkop UKM Agus Muharram mengatakan, penyaluran KUR didominasi oleh sektor perdagangan dan jasa. Kedua sektor ini lebih bisa dijangkau oleh perbankan penyalur KUR yang saat ini baru hanya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) saja.

Data per 31 Agustus 2016 lalu, kata dia, penyaluran KUR untuk sektor perdagangan mencapai 68%. Sementara sektor jasa sebesar 10,86% dan untuk sektor pertanian 15,51%.

"Itu masalah akses saja, KUR itu banyak di kota karena sektor perdagangan dan jasa, adanya di kota baik kota kecil menengah atau besar. Sehingga akses mudah dicapai," ujarnya di Jakarta.

Lebih lanjut dia plafon KUR sektor pertanian skala besar dan menengah yang hanya maksimal Rp25 juta tahun dinilai belum memenuhi kebutuhan. Akibatnya, petani akan mencari sumber pendanaan lain selain KUR.

Dia menambahkan plafon senilai itu bagi petani kecil juga belum bisa dimaksimalkan. Apalagi program pemerintah seperti bantuan untuk petani skala kecil telah banyak diluncurkan.

Karena itu, Agus menyampaikan, plafon KUR akan dinaikkan menjadi maksimal Rp50 juta dengan bunga hanya 7% pada tahun depan. Langkah ini dilakukan agar petani besar dan menengah bisa mengakses dana KUR.

"Belum cukup kalau hanya Rp25 juta, maka tahun depan diupayakan menjadi Rp50 juta. Padahal, untuk bertani seluas 1 hektare itu butuh sekitar Rp13,4 juta. Jadi petani skala besar dan menengah, ya tentu tidak bisa dipakai untuk beli traktor dan lain-lainya," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Teten Akui Dana KUR...
Teten Akui Dana KUR Rp129 Triliun Belum Terserap UMKM
Kredit Bank untuk Pelaku...
Kredit Bank untuk Pelaku Usaha Kecil Masih Terbilang Kontet
Plafon KUR Naik, Yang...
Plafon KUR Naik, Yang Untung UKM atau Konglomerasi?
Waduh, Kemenkop UKM...
Waduh, Kemenkop UKM Temukan 2 PNS Masih Jadi Penerima KUR
Baru 73,54 Persen dari...
Baru 73,54 Persen dari Target, Realisasi Penyaluran KUR Cuma Rp218,40 Triliun
Kejar Target Serapan...
Kejar Target Serapan KUR Rp373 Triliun , Kemenkop UKM Gandeng Swasta
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
56 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
1 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
1 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved