Jalin Kemitraan Baru dengan RI, ADB Dukung Pertumbuhan Inklusif

Jum'at, 21 Oktober 2016 - 23:03 WIB
Jalin Kemitraan Baru...
Jalin Kemitraan Baru dengan RI, ADB Dukung Pertumbuhan Inklusif
A A A
JAKARTA - Asian Development Bank (ADB) telah menyetujui Strategi Kemitraan (Country Partnership Strategy, CPS) dengan Indonesia untuk periode 2016-2019, dengan menetapkan program dukungan yang mengarah ke pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan memberi manfaat bagi semua penduduk dan daerah.

"Indonesia telah mencapai kemajuan sosial, ekonomi dan politik yang luar biasa sejak kemerdekaannya 7 dekade yang lalu," kata Wakil Kepala Perwakilan ADB Indonesia Sona Shrestha dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (21/10/2016).

(Baca Juga: ADB Koreksi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2016 Jadi 5%)

Dia menambahkan kemitraan baru ADB bersama Indonesia akan membantu melanjutkan kemajuan tersebut dengan upaya menuju pertumbuhan yang inklusif dan menjaga kelestarian lingkungan, yang dicapai melalui peningkatan infrastruktur, perbaikan tata kelola dan manajemen sektor publik, serta peningkatan pendidikan dan keterampilan.

Menurutnya ADB akan meningkatkan investasi di bidang infrastruktur untuk mendukung target Pemerintah yang ambisius. Dukungan ADB dalam infrastruktur energi akan mendorong keandalan dan efisiensi jaringan listrik nasional, serta mengedepankan sumber energi yang lebih bersih seperti panas bumi dan gas alam.

"Guna meningkatkan pendapatan di perdesaan, dukungan ADB di bidang ini akan berfokus pada irigasi, pasokan air, dan tanaman panen bernilai tinggi," paparnya.

Di tingkat kota, masyarakat miskin perkotaan akan memperoleh manfaat dari peningkatan manajemen saluran pembuangan dan air limbah. "ADB akan mendukung reformasi fiskal untuk memperbaiki tata kelola belanja pemerintah, dan pengadaan layanan bagi kalangan yang paling membutuhkannya," ujar Sona.

Selain itu, dukungan ADB bagi reformasi pemerintah di bidang perbaikan iklim investasi dan pengurangan biaya dalam berusaha akan memperluas basis perekonomian dan menciptakan lapangan kerja. Meskipun Indonesia telah meraih pencapaian luar biasa dalam akses pendidikan di setiap tingkat, tetapi menurut Sona mutu pendidikan masih menjadi persoalan.

"Meningkatkan mutu dan relevansi program pendidikan akan menjadi fokus dukungan ADB di bidang ini," ungkapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyeksi ADB: Perdana...
Proyeksi ADB: Perdana dalam 3 Dekade, Pertumbuhan Asia Bakal Melewati China
Dapat Angin Segar dari...
Dapat Angin Segar dari China, ADB Ramal Negara Berkembang Asia Mengakhiri 2023 Lebih Cerah
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Simak! Ramalan Ekonomi...
Simak! Ramalan Ekonomi RI Tahun 2021 dari Bank Terbesar di Asia
Ramalan ADB: Ekonomi...
Ramalan ADB: Ekonomi RI Tahun 2022 Tumbuh Positif 4,8%
ADB Revisi Proyeksi...
ADB Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 Menjadi Minus 2,2 Persen
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
3 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
3 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
3 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
4 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
5 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved