IHSG Ditutup Terdepresiasi, Bursa Jepang Menguat Sendirian
Jum'at, 28 Oktober 2016 - 16:51 WIB
IHSG Ditutup Terdepresiasi, Bursa Jepang Menguat Sendirian
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berakhir anjlok tetap di zona merah melanjutkan tren negatif tadi siang. Bursa saham Tanah Air anjlok ke level 5.410,27 dengan penurunan sebesar 6,57 poin atau 0,12% saat bursa utama Asia mixed.
Sementara pada perdagangan tadi pagi, IHSG dibuka melonjak ke level 5.421,77 dengan kenaikan sebesar 0,09% atau setara dengan 4,93 poin serta pada siang balik melemah berkurang 0,09% atau setara dengan 5,07 poin ke level 5.411,77. Sedangkan kemarin IHSG meningkat 0,32% atau 17,16 poin ke level 5.416,84.
Seperti dilansir Reuters, Jumat (28/10/2016) pasar saham berakhir mixed saat investor dibanjiri data ekonomi dan pendapatan perusahaan. "Peningkatan volume perdagangan di seluruh wilayah Asia Pasifik menunjukkan rotasi dari obligasi ke saham sedang berlangsung," kata Strategi Pasar Utama CMC Markets Michael McCarthy.
"Hasil Bond lebih tinggi di seluruh wilayah, melanjutkan sells off dipicu oleh data Produk Domestik Bruto (PDB) yang lebih baik dari yang diharapkan di Inggris untuk memberikan efek ke pasar saham," sambungnya.
Sementara pasar saham Australia ditutup turun 0,22% atau setara dengan 11,745 ke level 5.283,8, dipimpin pelemahan sektor keuangan yang menyusut sebesar 0,58%. Kerugian juga dicetak sektor energi yang berkurang 1,66% ditambah sektor material 1,42%.
Di Jepang, indeks Nikkei mendapatkan tambahan 0,63% atau setara dengan 109,99 poin ke level 17,446.41 di tengah pelemahan data ekonomi. Sedangkan pelemahan yen diyakini mendorong pasar untuk mencetak keuntungan. Pada seberang selat Korea, indeks Kospi justru berakhir turun 0,2% atau 4,14 poin menuju posisi 2.019,98.
Pelemahan juga terjadi pada indeks Hang Seng Hong Kong dengan penurunan sebesar 1,06% dalam perdagangan sore Asia. Pasar saham daratan China terlihat juga meluncur setelah sempat dibuka positif, indeks Shanghai berakhir menyusut 0,23% atau 7,268 poin ke level 3.105,08.
Pada sektor saham dalam negeri mayoritas berada dalam tren negatif dipimpin kejatuhan sektor perkebunan 1,25% diiringi aneka industri yang juga melemah 0,70%. Sedangkan industri dasar menjadi yang paling menguat 0,76%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,82 triliun dengan 12,96 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai minus Rp34,02 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,80 triliun dan aksi beli sebesar Rp1,77 triliun. Tercatat di akhir perdagangan hari ini 142 saham menguat, 181 saham melemah dan 181 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) bertambah Rp250 menjadi Rp6.900, PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) menanjak Rp250 menjadi Rp18.100 dan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) naik Rp150 menjadi Rp5,500.
Selanjutnya saham yang tercatat melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) berkurang Rp400 menjadi Rp66.000, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk. (ABDA) menyusut Rp100 menjadi Rp7.400 serta PT Astra International Tbk. (ASII) turun Rp75 jadi Rp8.175.
Sementara pada perdagangan tadi pagi, IHSG dibuka melonjak ke level 5.421,77 dengan kenaikan sebesar 0,09% atau setara dengan 4,93 poin serta pada siang balik melemah berkurang 0,09% atau setara dengan 5,07 poin ke level 5.411,77. Sedangkan kemarin IHSG meningkat 0,32% atau 17,16 poin ke level 5.416,84.
Seperti dilansir Reuters, Jumat (28/10/2016) pasar saham berakhir mixed saat investor dibanjiri data ekonomi dan pendapatan perusahaan. "Peningkatan volume perdagangan di seluruh wilayah Asia Pasifik menunjukkan rotasi dari obligasi ke saham sedang berlangsung," kata Strategi Pasar Utama CMC Markets Michael McCarthy.
"Hasil Bond lebih tinggi di seluruh wilayah, melanjutkan sells off dipicu oleh data Produk Domestik Bruto (PDB) yang lebih baik dari yang diharapkan di Inggris untuk memberikan efek ke pasar saham," sambungnya.
Sementara pasar saham Australia ditutup turun 0,22% atau setara dengan 11,745 ke level 5.283,8, dipimpin pelemahan sektor keuangan yang menyusut sebesar 0,58%. Kerugian juga dicetak sektor energi yang berkurang 1,66% ditambah sektor material 1,42%.
Di Jepang, indeks Nikkei mendapatkan tambahan 0,63% atau setara dengan 109,99 poin ke level 17,446.41 di tengah pelemahan data ekonomi. Sedangkan pelemahan yen diyakini mendorong pasar untuk mencetak keuntungan. Pada seberang selat Korea, indeks Kospi justru berakhir turun 0,2% atau 4,14 poin menuju posisi 2.019,98.
Pelemahan juga terjadi pada indeks Hang Seng Hong Kong dengan penurunan sebesar 1,06% dalam perdagangan sore Asia. Pasar saham daratan China terlihat juga meluncur setelah sempat dibuka positif, indeks Shanghai berakhir menyusut 0,23% atau 7,268 poin ke level 3.105,08.
Pada sektor saham dalam negeri mayoritas berada dalam tren negatif dipimpin kejatuhan sektor perkebunan 1,25% diiringi aneka industri yang juga melemah 0,70%. Sedangkan industri dasar menjadi yang paling menguat 0,76%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,82 triliun dengan 12,96 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai minus Rp34,02 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,80 triliun dan aksi beli sebesar Rp1,77 triliun. Tercatat di akhir perdagangan hari ini 142 saham menguat, 181 saham melemah dan 181 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) bertambah Rp250 menjadi Rp6.900, PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) menanjak Rp250 menjadi Rp18.100 dan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) naik Rp150 menjadi Rp5,500.
Selanjutnya saham yang tercatat melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) berkurang Rp400 menjadi Rp66.000, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk. (ABDA) menyusut Rp100 menjadi Rp7.400 serta PT Astra International Tbk. (ASII) turun Rp75 jadi Rp8.175.
(akr)
Lihat Juga :