Keran PMN Ditutup, Rini Minta BUMN Cari Opsi Lain Pendanaan
Kamis, 03 November 2016 - 18:20 WIB
Keran PMN Ditutup, Rini Minta BUMN Cari Opsi Lain Pendanaan
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menegaskan bahwa BUMN ke depannya tidak lagi mendapatkan kucuran dana dari pemerintah lewat Penyertaan Modal Negara (PMN). Oleh karena itu, perusahaan pelat merah dituntut untuk mencari opsi pendanaan dengan cara lain.
(Baca Juga: Jokowi Beri Sinyal BUMN Tak Dapat PMN Tahun Depan)
Dia mengatakan sejak 2015, BUMN memang dirancang untuk menggarap proyek infrastruktur seperti jalan tol, pelabuhan, bandara hingga elektrifikasi. Namun, modal yang dimiliki BUMN tidak cukup karena itu dibutuhkan suntikan modal dari negara.
"Kita lihat BUMN modalnya masih kurang cukup. Maka kita minta modal dari negara. Pangan seperti Bulog juga dapat modal," katanya di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (3/11/2016).
Pada tahun ini, pihaknya juga masih mendorong BUMN untuk menggarap proyek infrastruktur seperti jalan tol Trans Sumatera yang telah dibangun dari Bakauheni hingga Palembang. Proyek tersebut menurutnya tentu membutuhkan modal yang besar sehingga tahun ini perusahaan negara tetap mendapatkan PMN.
Namun ke depannya, BUMN tak lagi bisa mengandalkan APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) karena akan dikonsentrasikan untuk memperbaiki indeks gini rasio dan menurunkan angka kemiskinan. Perusahaan pelat merah diminya harus bisa memperkuat diri sendiri untuk tetap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.
"BUMN tetap dituntut untuk terus menjadi agen pembangunan. Kita harus terus dorong pertumbuhan ekonomi, terutama di luar Jawa, karena Presiden bilang kita harus Indonesia sentris. Kita harus perkuat kemampuan untuk dapat pendanaan, dapat dana untuk danai proyek ke depan," tandasnya.
(Baca Juga: Jokowi Beri Sinyal BUMN Tak Dapat PMN Tahun Depan)
Dia mengatakan sejak 2015, BUMN memang dirancang untuk menggarap proyek infrastruktur seperti jalan tol, pelabuhan, bandara hingga elektrifikasi. Namun, modal yang dimiliki BUMN tidak cukup karena itu dibutuhkan suntikan modal dari negara.
"Kita lihat BUMN modalnya masih kurang cukup. Maka kita minta modal dari negara. Pangan seperti Bulog juga dapat modal," katanya di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (3/11/2016).
Pada tahun ini, pihaknya juga masih mendorong BUMN untuk menggarap proyek infrastruktur seperti jalan tol Trans Sumatera yang telah dibangun dari Bakauheni hingga Palembang. Proyek tersebut menurutnya tentu membutuhkan modal yang besar sehingga tahun ini perusahaan negara tetap mendapatkan PMN.
Namun ke depannya, BUMN tak lagi bisa mengandalkan APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) karena akan dikonsentrasikan untuk memperbaiki indeks gini rasio dan menurunkan angka kemiskinan. Perusahaan pelat merah diminya harus bisa memperkuat diri sendiri untuk tetap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.
"BUMN tetap dituntut untuk terus menjadi agen pembangunan. Kita harus terus dorong pertumbuhan ekonomi, terutama di luar Jawa, karena Presiden bilang kita harus Indonesia sentris. Kita harus perkuat kemampuan untuk dapat pendanaan, dapat dana untuk danai proyek ke depan," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :