Pertumbuhan Kredit di Yogyakarta Masih Rendah

Sabtu, 05 November 2016 - 00:16 WIB
Pertumbuhan Kredit di...
Pertumbuhan Kredit di Yogyakarta Masih Rendah
A A A
YOGYAKARTA - Perbandingan antara pengucuran kredit dengan dana pihak ketiga (DPK) yang dikumpulkan perbankan di Yogyakarta ternyata masih rendah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan rata-rata Loan Deposit Ratio (LDR) perbankan di Yogyakarta hanya 66%, jauh di bawah angka rata-rata LDR perbankan nasional yang sudah mencapai 91%.

Anggota Dewan Komisioner OJK merangkap Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank, Firdaus Jaelani mengakui jika pengucuran kredit di Yogyakarta yang dilakukan oleh perbankan masih harus digenjot lagi. Sebab, angka LDR baru sekitar 66% dan jauh di bawah angka nasional 91%.

Perbankan harus mencari berbagai cara agar dana yang mereka miliki atau dana yang berasal dari masyarakat bisa lebih produktif lagi. Jika sektor produktif di wilayah ini masih stagnan, maka dimungkinkan untuk mengambil strategi lain. "Perbankan di Yogyakarta harus bisa melirik ke lembaga pembiayaan," tuturnya, Jumat (4/11/2016).

Menurut Firdaus, rendahnya LDR perbankan di Yogyakarta juga dikarenakan faktor kehati-hatian. Namun ia membantah jika banyak dana masyarakat yang ngendon di perbankan karena tidak dikucurkan dalam bentuk kredit. Selama ini perbankan mengalokasikan dana dari masyarakat untuk investasi, seperti obligasi atau deposito ke bank lain dengan bunga yang lebih tinggi.

Kendati demikian, ia tetap mendorong agar perbankan lebih banyak mengalokasikan dana pihak ketiga untuk kredit. Mereka bisa mengalokasikannya ke lembaga pembiayaan yang bersifat konsumtif. Perbankan bisa melempar dananya ke lembaga pembiayaan yang melayani kredit konsumtif, seperti kredit elektronik, sepeda motor atau bahkan mobil. Karena di samping aman, return dari dana mereka juga cepat.

Sebenarnya masih banyak celah yang bisa dimanfaatkan perbankan untuk melempar dana mereka. Perbankan bisa berkolaborasi dengan pemerintah menanamkan modalnya untuk membangun infrastruktur daerah. Peluang pembangunan infrastruktur daerah masih sangat besar, terlebih akan dibangunnya bandara baru, New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang akan memicu pembangunan infrastruktur lain. "Perbankan harus jeli dengan isu yang sedang merebak," ujarnya.

Tak hanya itu, sektor pariwisata masih memungkinkan untuk digarap. Terlebih Yogyakarta masih menjadi pasar menggiurkan bagi bisnis perhotelan di Tanah Air. Sehingga perbankan bisa membidik pembiayaan pembangunan hotel-hotel baru. Karena selama ia mengakui jika banyak pembangunan infrastruktur dari perhotelan yang menggunakan dana dari bank di Jakarta.

Kepala Kantor OJK Yogyakarta, Fauzi Nugroho mengakui jika LDR di Yogyakarta masih rendah. Saat ini perbankan di Yogyakarta berhasil mengumpulkan DPK sebesar Rp56 triliun dan kredit yang dikucurkan sebesar Rp36,56 triliun. Dana yang dikucurkan perbankan di luar kredit memang lebih banyak lari ke obligasi, sehingga itu menjadi evaluasi bersama perbankan di Yogyakarta. "Namun mungkin alasannya karena demi keamanan," tuturnya.

Namun ia mengaku tidak khawatir dengan kondisi seperti ini karena memang kondisi ekonomi belum menggeliat seperti sebelumnya. Ia berharap wacana pemerintah yang akan mengeluarkan obligasi daerah segera terwujud, sehingga perbankan di daerah juga bisa turut berpartisipasi dalam pembangunan di wilayah ini.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OJK Mencermati Dinamika...
OJK Mencermati Dinamika Ekonomi Global, Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga
Bos OJK Minta Dukungan...
Bos OJK Minta Dukungan Perusahaan Keuangan Global Pulihkan Ekonomi Indonesia
Dukung Pemulihan Ekonomi,...
Dukung Pemulihan Ekonomi, Maucash Bantu UMKM di Daerah Bangkit dengan MauModal
Dorong Ekonomi Daerah,...
Dorong Ekonomi Daerah, Kantor OJK Solo Diresmikan dengan Protokol Kesehatan
OJK Percepat Pemulihan...
OJK Percepat Pemulihan Ekonomi Daerah Melalui TPKAD
11 Kebijakan Stimulus...
11 Kebijakan Stimulus OJK Demi Selamatkan Ekonomi Saat Pandemi
Berita Terkini
60 Negara Resmi Kena...
60 Negara Resmi Kena Tarif Impor Baru Trump, Ini Dampaknya ke Dompet Warga AS
1 jam yang lalu
Cegah Likuidasi Paksa,...
Cegah Likuidasi Paksa, Tes Insolvensi Ganda Mendesak Diterapkan dalam UU Kepailitan
2 jam yang lalu
Catcrs Bangun Ekosistem...
Catcrs Bangun Ekosistem Layanan Aset Kripto yang Komprehensif, Ini yang Dilakukan
2 jam yang lalu
Purbaya Diterpa Kabar...
Purbaya Diterpa Kabar Rangkap Jabatan Menkeu dan Gubernur BI: Saya Mah Isu Abadi
2 jam yang lalu
Danantara Ikut Rapat...
Danantara Ikut Rapat KSSK, Purbaya: Hadir Sebagai Undangan, Tak Punya Hak Suara
3 jam yang lalu
Konsep Green Living...
Konsep Green Living Kian Diminati, Hunian Berlingkungan Hijau Jadi Incaran
3 jam yang lalu
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved