Mendag Pantau Kemajuan Kemitraan Trans-Pasifik Usai Pilpres AS

Sabtu, 12 November 2016 - 02:12 WIB
Mendag Pantau Kemajuan...
Mendag Pantau Kemajuan Kemitraan Trans-Pasifik Usai Pilpres AS
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengungkapkan bahwa saat ini masih memantau terkait kemajuan mengenai kerja sama lintas pasifik atau Trans Pacific Partnership (TPP). Hal ini menyusul kemenangan Donald Trump dalam ‎Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS).

(Baca Juga: Pemilu AS Jadi Penentu Masa Depan Indonesia di TPP)

Menurutnya, hingga saat ini masih belum ada titik terang apakah Trump akan melanjutkan perjanjian TPP atau justru menghentikannya. Apalagi, dalam masa kampanye Trump menyatakan tidak akan melanjutkan kerja sama tersebut.

‎"Karena Trump dalam kampanyenya menyatakan tidak akan melanjutkan TPP. Sedangkan Hillary juga akan menegosiasikan. Ini sedang kami studi (pelajari)," katanya di Gedung Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Jumat (11/11/2016).

Menurutnya, saat ini tidak ada negara yang berani mengambil keputusan mengenai TPP. Mereka masih menunggu kebijakan yang akan dipilih Presiden AS terpilih tersebut terkait TPP.

‎"Tidak ada negara satu pun berani ambil sikap mengenai TPP. Dalam proses perjanjian seperti itu kan memakan waktu dan negosiasinya ketat. Ini masih proses, tapi kita akan wait and see," imbuh dia.

Enggar menambahkan, jika memang TPP akan ditunda maka Indonesia masih punya kesempatan lain dalam perjanjian ‎Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Perjanjian kerja sama ini dianggapnya lebih menjanjikan bagi Indonesia dibanding TPP.

"RCEP akan lebih kondusif ke depan dengan kondisi TPP yang minimal akan delay. Kita akan ikuti perkembangan apa yang terjadi. RCEP Insya Allah di 2017 karena ada ganjalan dari satu negara yang pengaruh ke yang lain. Tapi rasanya akan makin besar peranannya," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Teken Perdagangan Bebas...
Teken Perdagangan Bebas dengan 15 Negara, Mendag Janji RI Tak Kebanjiran Barang Impor
Mendag Pastikan Komitmen...
Mendag Pastikan Komitmen Indonesia Atas Perjanjian RCEP
Kemendag Catat Ekspor...
Kemendag Catat Ekspor Produk Pangan Olahan Naik 7,9%
RCEP Masuki Babak Akhir,...
RCEP Masuki Babak Akhir, Wamendag Pastikan Kepentingan Nasional Terakomodasi
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Mendag Ingatkan Pengusaha...
Mendag Ingatkan Pengusaha untuk Patuhi Regulasi IMEI
Berita Terkini
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
1 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
2 jam yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
3 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
3 jam yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved