Bank Dunia: Reformasi Kebijakan Membuahkan Hasil di Indonesia

Sabtu, 19 November 2016 - 23:33 WIB
Bank Dunia: Reformasi...
Bank Dunia: Reformasi Kebijakan Membuahkan Hasil di Indonesia
A A A
JAKARTA - Dalam kunjungan pertamanya ke Indonesia sebagai Wakil Presiden Bank Dunia untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik, Victoria Kwakwa menegaskan kembali komitmen Bank Dunia untuk mendukung Indonesia dalam upayanya mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan kesejahteraan yang lebih luas bagi 250 juta rakyat Indonesia.

Dalam kunjungan lima hari ke Indonesia, Kwakwa melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Tenaga Kerja Muhammad Hanif Dhakiri, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Basuki Hadimuljono, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil.

Kwakwa juga melakukan pertemuan dengan sejumlah perwakilan dari lembaga swadaya masyarakat, sektor swasta dan mitra pembangunan.

Dalam pertemuannya, Kwakwa membahas berbagai isu termasuk upaya reformasi pemerintah mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi dan inklusif, melalui stabilitas makro ekonomi, reformasi struktural dan menekankan pentingnya infrasktruktur dan investasi pada sumber daya manusia.

"Kemajuan Indonesia dalam memperkuat fundamental makro ekonomi dan perbaikan iklim usaha akan membantu Indonesia dalam mencapai tujuan pertumbuhan di tengah situasi dunia yang cukup menantang," katanya dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Sabtu (19/11/2016).

Menurut dia, negeri ini juga memberikan contoh baik bagaimana reformasi kebijakan yang strategis serta perhatian terhadap layanan kebutuhan masyakat pada tingkat desa dan kota, akan bermanfaat pada kaum miskin dan membantu menekan tingkat kemiskinan.

Kwakwa juga mengunjungi Daerah Istimewa Yogyakarta dan melihat secara langsung bagaimana komunitas dan pemerintah lokal bekerja sama memperbaiki akses terhadap pelayanan dasar, seperti kesehatan, air bersih dan sanitasi, serta memperbaiki kondisi kehidupan di pemukiman kumuh.

Serangkaian program ini, membantu mengatasi salah satu tantangan terberat di negara ini, yaitu malnutrisi anak-anak. Indonesia memiliki tingkat stunting kelima tertinggi di dunia, sekitar sembilan juta anak Indonesia menderita stunting.

"Bank Dunia sangat terdorong oleh komitmen pemerintah mengurangi stunting dan malnutrisi. Dalam kunjungan kami ke proyek yang didukung PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi berbasis Masyarakat) dan Generasi, kami melihat bagaimana kerja sama efektif antara pemerintah dan komunitas dapat memberikan air bersih dan layanan kesehatan yang layak kepada warga setempat, dan memperbaiki kwalitas kehidupan dan kesempatan di masa depan,” papar Kwakwa.

Bank Dunia mendukung program PAMSIMAS yang aktif di 32 provinsi di seluruh pelosok negeri ini.Bank Dunia juga mendukung program Generasi yang mencakup 5.500 desa di 11 provinsi. Kedua program ini mengatasi penyebab utama stunting seperti kurangnya akses ke air bersih, sanitasi dan pelayanan kesehatan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Data Kemiskinan BPS...
Data Kemiskinan BPS Dipoles, Tak Sesuai Kondisi Nyata di Lapangan
Ramalan Bank Dunia Masih...
Ramalan Bank Dunia Masih Jauh, Laju Kemiskinan Indonesia Disebut Terkendali
Bank Dunia: Kemiskinan...
Bank Dunia: Kemiskinan di Myanmar Makin Parah, Ekonomi Stagnan
Laporan Bank Dunia Ungkap...
Laporan Bank Dunia Ungkap Penurunan Kemiskinan Ekstrem di Indonesia
Bank Dunia: 172 Juta...
Bank Dunia: 172 Juta Rakyat Indonesia Hidup Susah, Kemiskinan Tertinggi Kedua di ASEAN
Mengapa Pengeluaran...
Mengapa Pengeluaran di Bawah Rp20.000 per Hari Tergolong Miskin? Ini Penjelasannya
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
6 jam yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
6 jam yang lalu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
6 jam yang lalu
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
7 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
8 jam yang lalu
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
8 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved