Cadangan Emas Melimpah, Kontrak Freeport Tak Perlu Diperpanjang

Senin, 21 November 2016 - 17:37 WIB
Cadangan Emas Melimpah,...
Cadangan Emas Melimpah, Kontrak Freeport Tak Perlu Diperpanjang
A A A
JAKARTA - Koordinator Nasional Publish What You Pay Indonesia Maryati Abdullah mengatakan, cadangan mineral tambang seperti emas milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua masih banyak. Sehingga pemerintah sudah seharusnya mengelola sumber daya alam itu sendiri dengan tidak memperpanjang kontrak perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut pada 2021 karena akan merugikan negara.

(Baca Juga: Saham Pemerintah di Freeport Akan Beralih ke Holding BUMN Tambang)

Lebih lanjut dia menerangkan keberadaan tambang Freeport tetap masih ekonomis bagi Indonesia, meski harga komoditas sedang lesu. Karena itu, pemerintah harus menyetop kontrak itu dan menjadikannya sebagai wilayah pencadangan negara dengan sistem Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

"Cadangan Freeport masih banyak, Freeport masih ekonomis bagi Indonesia, secara UU tidak perlu perpanjangan atau penawaran ulang. Tapi wilayah pencadangan negara, izin usaha pertambangan khusus. Setelah jadi IUPK, pembicaraan di DPR dan pemerintah serahkan ke pihak ketiga seperti BUMN," ujarnya di Jakarta, Senin (21/11/2016.

Dia menjelaskan, setelah adanya IUPK maka pemerintah akan mengambil peran dalam mengelola tambang di Papua. Namun, Freeport tetap bisa ikut bergabung jika berminat ajukan izin khusus.

"Ada pilihan pertimbangan tunggu 2021 setelah jadi IUPK, pemerintah kelola seperti apa? Kalau Freeport minat, ajukan izin usaha khusus. Antam dan Inalum mau maju enggak? Lalu bisa juga ada dengan perusahaan Kanada, Australia, pemerintah buka kesempatan sama pebisnis lain di dalam dan luar negeri, mana yang menguntungkan negara?" pungkasnya.

Sebagai informasi tambang Grasberg, Papua, merupakan salah satu tambang yang menyimpan cadangan emas dan tembaga melimpah bagi Freeport. Cadangan emas diperkirakan mencapai 29,8 juta ons atau terbesar di dunia. Kondisi ini diyakini membuat Freeport berupaya melakukan lobi ke sejumlah pihak untuk memuluskan usulan perpanjangan kontrak.

Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri menghendaki negosiasi perpanjangan kontrak baru akan dibahas pada 2019, meskipun banyak pihak yang menghendaki agar perpanjangan kontrak dipercepat. Lalu ada juga usulan agar kontrak karya Freeport tidak perlu diperpanjang saat berakhir pada 2021, namun diserahkan seluruhnya kepada pemerintah atau Aneka Tambang.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Respons Freeport Indonesia...
Respons Freeport Indonesia Saat Dapat Sinyal Perpanjangan Kontrak Tambang Usai 2041
Dihantam Dua Tragedi...
Dihantam Dua Tragedi Besar, Freeport Gagal Capai Target 2025
Freeport Minta Perpanjangan...
Freeport Minta Perpanjangan Kontrak Tambang Meski 2041 Masih Lama, Begini Kata Menteri ESDM
2 Pekerja Tambang PT...
2 Pekerja Tambang PT Freeport yang Terjebak Longsor Ditemukan Meninggal
Freeport Targetkan Produksi...
Freeport Targetkan Produksi Tambang Bawah Tanah Grasberg Pulih dalam Dua Pekan
55 Tahun Freeport Indonesia...
55 Tahun Freeport Indonesia Menjadi Pionir Pengembangan dan Pengoperasian Tambang Bawah Tanah Block Caving Terbesar di Dunia
Berita Terkini
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
18 menit yang lalu
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
2 jam yang lalu
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
4 jam yang lalu
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
5 jam yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
7 jam yang lalu
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved