Bos Freeport Pamer Pekerjakan 98 Persen Orang Indonesia, Jokowi Pun Senang
Kamis, 06 Oktober 2022 - 13:21 WIB
loading...
CEO Freeport-McMoRan, Richard C. Adkerson membeberkan, fakta bahwa mayoritas pekerja yang menggarap tambang Grasberg adalah mayoritas warga negara Indonesia. Dimana ada 40% lebih orang papua. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Fakta banyaknya pekerja asal Indonesia di Tambang Grasberg milik Freeport di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika telah membuat Presiden Joko Widodo atau Jokowi merasa senang. Ditekankan oleh Chairman of The Board & CEO Freeport-McMoRan, Richard C. Adkerson, bahwa personil pekerja yang bekerja di tambang Grasberg, mayoritas adalah warga negara Indonesia.
Baca Juga: Ini Alasan Tambang Emas Ertsberg dan Grasberg di Papua Tidak Dieksploitasi Menyeluruh
Richard menjelaskan bahwa saat pertama kali datang ke tambang emas di Papua, pekerja yang ada di Freeport kebanyakan tidak ada orang Indonesia. Dirinya pun harus pergi ke Filipina untuk mencari pekerja tambang bawah tanah.
"Operasi (tambang) dulu dijalankan oleh orang asing, hanya ada sedikit orang Papua yang bekerja di Freeport," kata Richard dalam orasi ilmiah di UGM dikutip Kamis (6/10/2022).
Baca Juga: Dampingi Jokowi ke Tambang Grasberg, Erick Thohir Pede Cetak Sejarah Baru Freeport
Meski begitu, saat ini para pekerja di Freeport pun sudah didominasi oleh orang Indonesia. Hal ini juga terlihat dari grafik pekerja Indonesia dan Papua yang meningkat dari tahun ke tahun.
Richard mengungkapkan bahwa seperti di tahun 2005, tambang Freeport di Papua 19.805 pekerja dengan 14.568 di antaranya adalah orang Indonesia dan 4.734 di antaranya adalah orang Papua. Angka ini meningkat di tahun 2021 dengan 21.496 orang Indonesia dan 7056 orang asli Papua.
Baca Juga: Ini Alasan Tambang Emas Ertsberg dan Grasberg di Papua Tidak Dieksploitasi Menyeluruh
Richard menjelaskan bahwa saat pertama kali datang ke tambang emas di Papua, pekerja yang ada di Freeport kebanyakan tidak ada orang Indonesia. Dirinya pun harus pergi ke Filipina untuk mencari pekerja tambang bawah tanah.
"Operasi (tambang) dulu dijalankan oleh orang asing, hanya ada sedikit orang Papua yang bekerja di Freeport," kata Richard dalam orasi ilmiah di UGM dikutip Kamis (6/10/2022).
Baca Juga: Dampingi Jokowi ke Tambang Grasberg, Erick Thohir Pede Cetak Sejarah Baru Freeport
Meski begitu, saat ini para pekerja di Freeport pun sudah didominasi oleh orang Indonesia. Hal ini juga terlihat dari grafik pekerja Indonesia dan Papua yang meningkat dari tahun ke tahun.
Richard mengungkapkan bahwa seperti di tahun 2005, tambang Freeport di Papua 19.805 pekerja dengan 14.568 di antaranya adalah orang Indonesia dan 4.734 di antaranya adalah orang Papua. Angka ini meningkat di tahun 2021 dengan 21.496 orang Indonesia dan 7056 orang asli Papua.
Lihat Juga :