Boediono: APBN Jangan Digunakan Sebagai Alat Politik

Rabu, 30 November 2016 - 15:15 WIB
Boediono: APBN Jangan...
Boediono: APBN Jangan Digunakan Sebagai Alat Politik
A A A
JAKARTA - Ekonom sekaligus mantan Wakil Presiden Boediono mengingatkan, pengelolaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara hendaknya jangan dijadikan sebagai alat tarik menarik politik dan kepentingan. APBN harus dijadikan sesuatu yang bisa menghasilkan solusi bagi masyarakat.

Menurut dia, keuangan negara yang ideal yakni yang berlandaskan pada prinsip-prinsip good governance dan sejalan dengan good financial governance. ‎Dengan keselarasan tersebut, maka APBN bisa menjadi tonggak untuk membangun negeri secara adil dan makmur sesuai dengan cita-cita negara.

"Saya pesan, untuk APBN ini, hati-hati. Jangan sampai jadi tarik-menarik untuk elit politik yang besar. APBN jangan jadi bagian dari politik tapi solusi untuk masyarakat," ucapnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Boediono menekankan, kelangsungan pembangunan Indonesia bergantung pada pengelolaan APBN yang benar dan transparan. Jangan seperti pengelolaan di tahun 1950-1960-an yang waktu itu lepas kendali. (Baca: Sri Mulyani Sebut Boediono Pembentuk Pondasi Keuangan Negara)

"Di tahun itu, peran APBN itu sebagai masalah bukan solusi. Saat itu APBN mengalami proses yang lepas kendali," kata dia.

Boediono pun bercerita, saat dirinya menjabat sebagai menteri keuangan pada 2001-2004, salah satu sumber penutup kekurangan anggaran pemerintah adalah dengan menjual aset negara untuk menutup defisit.

"Ini mesti dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan investor. Karena waktu itu memang salah satu sumber penutup kekurangan anggaran adalah menjual aset. Jadi kami optimalkan manfaat dari aset-aset yang dikumpulkan oleh BPPN," tutup dia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pendapatan Negara Tumbuh...
Pendapatan Negara Tumbuh Positif di Tahun 2024
Pendapatan Negara Capai...
Pendapatan Negara Capai Rp810,5 Triliun
KPK Klaim Berhasil Selamatkan...
KPK Klaim Berhasil Selamatkan Keuangan Negara Rp26,16 Triliun
Pendapatan Negara di...
Pendapatan Negara di 2025 Dirancang Rp2.996,9 Triliun, Jokowi Ungkap Rinciannya
Pendapatan Negara Minus...
Pendapatan Negara Minus 12,4% Terbebani Guyuran Insentif
Hingga April, Pendapatan...
Hingga April, Pendapatan Negara Baru Rp549,5 Triliun
Berita Terkini
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
18 menit yang lalu
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
55 menit yang lalu
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
2 jam yang lalu
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
10 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
11 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
11 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved