Antara Keuangan Negara, Tsunami dan Kepercayaan Luar Negeri

Rabu, 30 November 2016 - 19:12 WIB
Antara Keuangan Negara,...
Antara Keuangan Negara, Tsunami dan Kepercayaan Luar Negeri
A A A
JAKARTA - Tsunami yang menimpa Aceh pada Desember 2004 silam merupakan hal pedih yang tidak terlupakan bagi Indonesia. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun menceritakan kondisi keuangan negara dan tsunami.

Untuk menanggulangi dan memulihkan bencana tsunami, Indonesia memerlukan bantuan dari luar negeri. Namun cerita Sri Mulyani, saat itu Indonesia sempat tidak mendapat kepercayaan dunia untuk membenahi Aceh. Alasannya pihak luar negeri tidak percaya jika Indonesia tidak korupsi.

Agar dapat memperoleh kepercayaan luar negeri di saat keuangan negara belum sebaik sekarang, dan membenahi bencana di Serambi Mekkah, Sri Mulyani mengatakan pemerintah melakukan strategi.

"Saat itu, orang dari manapun tidak percaya Indonesia tidak korupsi. Maka kita buat setting agar mereka menjadi percaya, Caranya dengan memasukkan uang itu ke APBN dalam pembukuan terpisah. Jadi masuk ke akun pemerintah namun jangan sampai disentuh oleh orang yang tidak berhak," jelasnya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Secara teknis sudah, masalah lain adalah di lapangan. Tsunami yang menyapu Aceh membuat 30% Pemda Aceh menjadi korban. Sehingga membutuhkan penanganan dan dana yang segera untuk membenahi.

"Pemdanya banyak yang meninggal dan kotanya habis. Sehingga kami menurunkan orang-orang pusat ke sana. Saat kami utarakan kepada dunia, mereka mau membantu sekitar USD13 miliar hingga USD15 miliar. Karena kita sungguh-sungguh membutuhkan, mereka lantas ingin membuktikan bahwa bantuan untuk Indonesia tidak di korupsi. Sehingga kita buat sistem dengan nama trust fund yang bisa dimonitor," katanya.

Dan hasilnya positif. Sri Mulyani mengisahkan Tsunami Aceh mendapat perhatian dunia, baik dalam penanganannya, rehabilitasi dan rekonstruksi. Termasuk penanganan akuntabilitas keuangannya yang menurut Sri Mulyani, termasuk suatu langkah yang sukses di dunia.

"Karena waktu itu, di semua negara maju atau berkembang begitu terjadi bencana alam, itu menjadi lahan korupsi. Itu banyak sekali yang menyumbang tapi jadi lahan korupsi," katanya.

Namun yang dilakukan Indonesia menjadi bahan prestasi sekaligus renungan dan contoh. Indonesia bisa mengelola keuangan untuk bencana dengan kredibilitas yang baik. Rehabilitasi, rekonstruksi dan akuntabilitas dilaksanakan dengan baik.

Sri Mulyani menyebut pencapaian itu, yakni Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) bisa menjadi contoh. Meski saat menutup BBR sempat struggle dalam laporan keuangannya karena aset-aset masih belum komplet, namun berakhir mulus.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jumlah Penerima Bantuan...
Jumlah Penerima Bantuan Sosial Diperbesar hingga 29 Juta Orang
Sri Mulyani Evaluasi...
Sri Mulyani Evaluasi Dana Tambahan Bansos Rp52 Triliun
Larangan Mudik, Pemerintah...
Larangan Mudik, Pemerintah Tingkatkan Anggaran Bansos Rp110 Triliun
Sri Mulyani: Pemprov...
Sri Mulyani: Pemprov DKI Tidak Miliki Dana Salurkan Bansos ke Warganya
Sri Mulyani Siapkan...
Sri Mulyani Siapkan Dana Bansos Rp479,1 Triliun Tahun Depan
Pergi ke Kandang Ayam...
Pergi ke Kandang Ayam Rumaiyah, Sri Mulyani Beri Bukti Nyata Manfaat Pajak
Berita Terkini
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
5 jam yang lalu
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
5 jam yang lalu
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
5 jam yang lalu
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
7 jam yang lalu
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
7 jam yang lalu
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved