Pengusaha Optimistis Industri Ritel Tumbuh 10% Tahun Ini

Rabu, 28 Desember 2016 - 13:22 WIB
Pengusaha Optimistis...
Pengusaha Optimistis Industri Ritel Tumbuh 10% Tahun Ini
A A A
JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) optimis industri ritel akan tumbuh 10% tahun ini. Karena, secara keseluruhan kinerja ritel pada 2016 jauh lebih baik dibanding 2015. Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey mengungkapkan, optimisme peritel untuk tumbuh double digit tahun ini didukung oleh beberapa faktor.

Pertama, tingkat inflasi nasional yang cenderung membaik di tahun ini telah membuat daya beli konsumen semakin meningkat. Jika inflasi bisa ditekan pada level rendah, maka nilai tukar rupiah pun akan membaik dan memengaruhi harga produk-produk yang dijual peritel.

"Inflasi kita tahun ini bisa ditekan di bawah 4% bahkan cenderung 3,1%-3,2%. Ini sangat menarik dan bagus untuk daya beli konsumen. Karena tahun lalu di angka 7% plus minus 1%," terang Roy Nicholas dalam konfrensi pers di Jakarta, Rabu (28/12/2016).

Kedua, harga komponen listrik, gas dan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang cukup terkendali juga membantu mendongkrak pertumbuhan industri ritel tahun ini. Ketiga, pertumbuhan industri ritel juga didukung oleh tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate yang telah turun tiga kali pada tahun ini.

"Faktor BI rate sangat menentukan faktor pinjaman setiap masyarakat Indonesia, dan ada pinjaman baik buat rumah, KPR, atau mobil. Terjadi relaksasi karena BI rate turun, sehingga bunga pinjaman yang sebelumnya 10%-12%, sekarang cenderung ke 9%," imbuh dia.

Keempat yakni adanya 14 paket kebijakan ekonomi yang telah ditelorkan pemerintah sejak akhir tahun lalu. Implementasi paket deregulasi tersebut saat ini telah mencapai 80% dan mendorong daya saing serta produktifitas industri ritel di Tanah Air. Kelima, penjualan produk ritel di momen Ramadhan tahun ini juga mengalami lonjakan cukup signifikan.

Hal ini karena penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang jauh lebih terstruktur dan terjangkau ke seluruh daerah di Tanah Air, sehingga mampu memutar produktifitas masyarakat Indonesia.

"Karena itu tahun 2016 ini kami optimis bisa menutup di double digit di 10% peningkatan penjualan toko ritel kami. Tahun lalu, dengan tingkat pertumbuhan ekonomi 4,7% kita tutup dengan angka 8%. Kita harapkan dengan beberapa perubahaan tadi, kita bisa menutup di angka 10%," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Vaksin Datang, Industri...
Vaksin Datang, Industri Ritel Pede Menyambut Tahun Baru 2021
Banjir Stimulus, Bisnis...
Banjir Stimulus, Bisnis Ritel Diyakini Kembali Bergeliat pada 2021
Turun, Aprindo Pasang...
Turun, Aprindo Pasang Target Pertumbuhan Ritel 5 Persen di Kuartal II
Soal Harga Barang, Peritel...
Soal Harga Barang, Peritel Ingin Tampil di Depan
Bangkitkan Bisnis Ritel,...
Bangkitkan Bisnis Ritel, Aprindo Vaksinasi Garda Terdepannya
Aprindo Sebut Oleh-oleh...
Aprindo Sebut Oleh-oleh Gairahkan Bisnis Ritel
Berita Terkini
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
21 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
23 menit yang lalu
Purbaya Kembali Tepis...
Purbaya Kembali Tepis Rumor Reshuffle dan Resign: Saya Sukanya Maju, Bukan Mundur
27 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
28 menit yang lalu
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
2 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
2 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved