Masuki Low Season, Insan Pariwisata Siapkan Paket Yogya Heboh

Sabtu, 07 Januari 2017 - 09:21 WIB
Masuki Low Season, Insan...
Masuki Low Season, Insan Pariwisata Siapkan Paket Yogya Heboh
A A A
YOGYAKARTA - Setelah menangguk kenaikan kunjungan hampir 100% di libur Natal dan Tahun Baru, kalangan perhotelan tengah bersiap menghadapi low season pengunjung. Sebab, hingga bulan Maret mendatang, diperkirakan jumlah tamu yang menginap di hotel-hotel di Yogyakarta akan menurun drastis.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta, Istijab Danunagoro mengungkapkan, seperti siklus-siklus sebelumnya, tingkat hunian hotel akan mengalami penurunan drastis usai masa peak season pada bulan Desember. Jumlah wisatawan akan anjlok diikuti dengan penurunan tamu yang menginap. "Memang akan anjlok seperti biasanya," tuturnya, Sabtu (7/1/2017).

Istijab mengatakan, di masa low season tersebut, tingkat hunian hampir di semua hotel akan mengalami penurunan. Hotel ring I (seputaran Malioboro) kemungkinan besar tingkat hunian mereka hanya akan maksimal mencapai angka 65%. Hotel ring II juga demikian, tingkat hunian mereka maksimal hanya sekitar 55%.

Untuk hotel ring III dan hotel non bintang yang akan terasa penurunannya pada masa low season tersebut. Di hotel ring III kemungkinan besar tingkat hunian maksimal hanya sektiar 50% dari kamar yang tersedia. Sementara hotel non bintang akan lebih rendah lagi, kemungkinan maksimal hanya 45%.

Oleh karena itu, PHRI dan insan pariwisata di Yogyakarta tengah melakukan persiapan antisipasi penurunan jumlah wisatawan tersebut. Salah satu upaya yang akan mereka lakukan untuk menjaga tingkat kunjungan wisatawan adalah dengan meluncurkan program Yogya Heboh. "Semua stakeholder pariwisata terlibat," terangnya.

Dalam program Yogya Heboh ini, maskapai penerbangan akan menyediakan tiket murah yang dipadu dengan paket menginap yang murah, paket kuliner murah dan juga paket perjalanan wisata yang murah ataupun paket belanja di mal-mal dengan harga yang jauh di bawah harga normal.

Semua paket nantinya tidak dijual di harga normal, tetapi ada penurunan cukup signifikan. Yogya Heboh merupakan bentuk kerja sama antara maskapai penerbangan, pengelola hotel, pemilik usaha kuliner, mal, penyedia paket perjalanan wisata hingga para pengelola objek wisata. "Tujuannya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Yogyakarta," ujarnya.

Ketua ASITA Yogyakarta, Udhi Sudiyanto membenarkan, masa bulan Januari hingga Maret merupakan masa 'paceklik' usaha pariwisata. Sebab, tingkat kunjungan wisatawan akan mengalami penurunan dibanding dengan bulan-bulan sebelumnya.

Wisatawan, terutama domestik baru akan mulai melakukan liburan usai bulan Maret. "Memang harus ada upaya untuk tetap menjaga tingkat kunjungan wisatawan," tambahnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Liburan dan Belajar...
Liburan dan Belajar Sejarah Soekarno The Phoenix Hotel Yogyakarta
Sambut IKN Nusantara...
Sambut IKN Nusantara Jadi Momentum Pengembangan Kawasan Balikpapan Superblock
PHI Group dengan Perhutani...
PHI Group dengan Perhutani Alam Wisata Teken Kerjasama Pengembangan Wisata
Nemuru Hotel Ciputat,...
Nemuru Hotel Ciputat, Destinasi Penginapan Baru di Selatan Jakarta dengan Nuansa Jepang yang Kental
New Years Eve, Aerotel...
New Years Eve, Aerotel Smile Hotel Usung Street Food Festival
Injak Usia ke-7, Alma...
Injak Usia ke-7, Alma Corp dan The Silk Dago Bandung Jalin Kerja Sama
Berita Terkini
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
1 jam yang lalu
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
2 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
3 jam yang lalu
Perpres Operasional...
Perpres Operasional Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Terbit Pekan Depan, Atur Penyaluran Subsidi hingga Bansos
3 jam yang lalu
OJK Catat Transaksi...
OJK Catat Transaksi Kripto Rp23,01 Triliun, Pasar Futures Dinilai Kian Prospektif
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp7.000 Jadi Rp2,61 Juta per Gram, Ini Rinciannya
4 jam yang lalu
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved