Wall Street Menguat Tertolong Sektor Energi dan Teknologi

Kamis, 12 Januari 2017 - 08:05 WIB
Wall Street Menguat...
Wall Street Menguat Tertolong Sektor Energi dan Teknologi
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin berakhir lebih tinggi alias menguat setelah sempat goyah karen sektor energi dan teknologi menguat mengimbangi pelemahan sektor kesehatan setelah Presiden terpilih AS Donald Trump mengatakan perusahaan farmasi bisa membunuh karena tarif tinggi yang dibebankan kepada konsumen.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (12/1/2017), Indeks Dow Jones Industrial Average DJI ditutup naik 98,75 poin atau 0,5% ke level 19.954,28, Indeks S & P 500 naik 6,42 poin atau 0,28% ke level 2.275,32 dan Nasdaq Composite bertambah 11,83 poin atau 0,21% ke level 5.563,65 .

Sebanyak 8 sektor dari 11 sektor di Indeks S & P berakhir lebih tinggi. Sektor energi berakhir 1,2% lebih tinggi karena harga minyak mentah naik.

Nasdaq berakhir dengan rekor penutupan tertinggi setelah jatuh sebanyak 0,5% usai Trump menggelar konferensi pers untuk pertama kalinya sejak pemilu pada 8 November.

Sektor kesehatan pada S & P 500 mengakhiri sesi turun 1% setelah jatuh sebanyak 1,9% pada hari sebelumnya dan sektor bioteknologi di indeks Nasdaq tenggelam 2,96% mengakhiri kenaikan beruntun enam hari untuk kedua indeks.

"Ketika seseorang yang profil tinggi mengatakan sesuatu yang negatif, orang tidak ingin berinvestasi di dalamnya. Mereka melihat sektor sebagai uninvestible, dan menarik uang mereka," ujar Brad Loncar, manajer Loncar Kanker Imunoterapi ETF (CNCR.O).

Namun, pelemahan sektor mereda sebagai manajer uang mencatat bahwa Trump tidak memberikan rincian spesifik baru pada proposal kesehatan, menurut Michael Scanlon, manajer portofolio di Manulife Asset Management di Boston.

Dia mencontohkan awal kuartal keempat laba pada Jumat dan pelantikan Trump sebagai Presiden pada 20 Januari sebagai alasan untuk investor tetap berhati-hati.

Sektor teknologi di Indeks S & P berakhir naik 0,7% didorong sebagian oleh sahan Microsoft Corp (MSFT.O), Facebook Inc (FB.O), dan Apple Inc (AAPL.O). Hambatan terbesar pada sektor kesehatan S & P adalah Bristol-Meyers Squibb (BMY.N) dengan penurunan 5,3% setelah berita bahwa Merck & Co disalip para pesaingnya dalam perlombaan untuk menggabungkan imunoterapi dengan obat lain sebagai pengobatan untuk kanker paru-paru.

Saham lain yang membebani S&P cujup berat adalah Johnson & Johnson (JNJ.N), dengan penurunan 1,2% dan saham Abbvie (ABBV.N) dengan penurunan 3,6%.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Microsoft Pikir-pikir...
Microsoft Pikir-pikir Beli TikTok Bikin Nasdaq Cetak Rekor, Wall Street Rebound
Wall Street Lebih Tinggi...
Wall Street Lebih Tinggi di Tengah Ancang-ancang Stimulus USD1 Triliun Gedung Putih
Berita Terkini
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
21 menit yang lalu
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
40 menit yang lalu
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
3 jam yang lalu
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
4 jam yang lalu
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
5 jam yang lalu
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
7 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved