Wall Street Jatuh di Tengah Penantian Investor

Jum'at, 20 Januari 2017 - 09:13 WIB
Wall Street Jatuh di...
Wall Street Jatuh di Tengah Penantian Investor
A A A
NEW YORK - Wall Street pada akhir perdagangan kemarin waktu setempat jatuh, saat investor masih menanti pelatihan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS), Jumat (20/1). Dow Jone melemah lima hari beruntun, untuk menjadi yang terpanjang sebelum Pemilu AS pada 8 November, lalu.

Namun pengambilan sumpah Trump akan menandai pergerakan terbaik saham dalam jangka waktu transisi Presiden pada masa modern saat indeks S & P 500 bertambah 5,8%. Meski S & P 500 tenggelam 5,3% ketika jelang pelatihan Presiden Barack Obama dan terguling 20.4% sepanjang 34 hari pertama perdagangan di bawah pemerintahnnya di 9 Maret 2009.

Tercatat pada perdagangan kemarin Dow Jones Industrial Average ditutup turun 72,32 poin atau 0,37%, ke level 19.732,4, sedangkan indeks S & P 500. SPX kehilangan 8,2 poin atau 0,4% ke posisi 2.263,69. Selanjutnya komposit Nasdaq terjatuh 15,57 poin atau 0,28% menjadi 5.540,08.

Pelaku pasar diyakini semakin hati-hati, bahkan secara keseluruhan level volatilitas pasar saham mendekati rekor terendah. Sementara S & P 500 utilitas, real estate dan energi menyebabkan kerugian. Pelemahan terdalam dialami indeks S & P keuangan yang jatuh sebesar 0,6%.

Saham kereta api CSX Corp (CSX. O) melompat 23,4% diikuti lonjakan Union Pacific (UNP. N) mencapai 2,4% setelah diperkirakan ada potensi raihan laba bersih triwulan membaik. Sekitar 6,3 miliar saham diperdagangkan pada pasar saham AS kemarin, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata harian 6.1 miliar selama 20 sesi menurut data Thomson Reuters perdagangan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
3 menit yang lalu
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
1 jam yang lalu
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
1 jam yang lalu
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
1 jam yang lalu
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
1 jam yang lalu
Komisi Ojol 8% Berlaku,...
Komisi Ojol 8% Berlaku, Menteri UMKM Klaim Mayoritas Pengemudi Diuntungkan
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved