AS Resmi Keluar dari Perjanjian Dagang TPP

Sabtu, 21 Januari 2017 - 12:56 WIB
AS Resmi Keluar dari...
AS Resmi Keluar dari Perjanjian Dagang TPP
A A A
NEW YORK - Amerika Serikat (AS) secara resmi mengumumkan secara resmi keluar dari perjanjian dagang Trans Pacific Partnership (TPP), sebagai strategi untuk melindungi tenaga kerja AS. Pernyataan ini disampaikan oleh Gedung Putih tidak lama setelah pelantihan Donald Trump sebagai Presiden AS pada Jumat (20/1) waktu setempat.

Dilansir ABC, Sabtu (21/1/2017) pihak pemerintah Trump menuturkan bahwa mundurnya AS dalam kesepakatan 12 negara dalam TPP untuk mencegah kerugian yang lebih besar dialami negara dengan ekonomi terbesar dunia tersbut. "Kami membatalkan semua rencana kerja sama yang bisa merugikan dan membahayakan pekerja AS," bunyi pernyataan Gedung Putih.

Lebih lanjut mereka mengatakan Trump berkomitmen untuk melakukan negosiasi ulang kesepakatan perdagangan lain, North American Free Trade Agreement (NAFTA), yang ditandatangani pada tahun 1994 oleh Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. "Sudah terlalu lama, Amerika telah dipaksa untuk menerima transaksi perdagangan yang menempatkan kepentingan orang dalam dan elit Washington atas kerja keras para pria dan wanita dari negara ini," katanya.

"Akibatnya, banyak warga AS yang menyaksikan penutupan pabrik di kotanya dan perusahaan yang memberikan bayaran tinggi juga pindah ke luar negeri. Akibatnya, warga AS menghadapi kesulitan keuangan ketika Amerika menghadapi defisit perdagangan dan hancurnya basis sektor manufaktur,” kata Gedung Putih.

Karena hal tersebut, NAFTA akan dijadikan Pemerintahan Trump sebagai dorongan untuk menumbuhkan ekonomi AS dan mengembalikan jutaan pekerjaan ke Amerika. Pihak Trump menegaskan NAFTA juga harus berdasarkan kesepakatan yang adil yang kini sedang dalam tahap negosiasi.

Sebelumnya TPP merupakan pilar ekonomi utama dari pemerintahan Obama yang dijadikan poros untuk wilayah Asia-Pasifik dalam menghadapi China. Keputusan ini AS ini disesalkan oleh beberapa pihak ketika sebelumnya Trump sempat mengkritik praktik dagang China dan bakal memaksakan tarif tinggi untuk impor dari China. Hal ini dikhawatirkan bakal menimbulkan perang dagang antara China dan AS.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
3 Sinyal Ekonomi Amerika...
3 Sinyal Ekonomi Amerika Serikat di Ambang Resesi
Gawat! Amerika Serikat...
Gawat! Amerika Serikat Berada di Tepi Jurang Resesi Ekonomi
Temui Bos Perusahaan...
Temui Bos Perusahaan Raksasa di AS, Presiden Prabowo: Mereka Percaya dengan Ekonomi Indonesia
Survei Ungkap Kondisi...
Survei Ungkap Kondisi Keuangan Mayoritas Orang Amerika Memburuk
Wisatawan Asing Mulai...
Wisatawan Asing Mulai Berkurang, Ekonomi AS Diprediksi Rugi Rp1.511 Triliun
Ekonomi AS Panas Dingin...
Ekonomi AS Panas Dingin Diterpa Panasnya Suasana Pemilihan Presiden
Berita Terkini
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
4 menit yang lalu
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
1 jam yang lalu
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
1 jam yang lalu
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
1 jam yang lalu
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
1 jam yang lalu
Komisi Ojol 8% Berlaku,...
Komisi Ojol 8% Berlaku, Menteri UMKM Klaim Mayoritas Pengemudi Diuntungkan
1 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved