Wall Street Berakhir Lebih Rendah Karena Kebijakan Trump
Selasa, 24 Januari 2017 - 09:29 WIB
Wall Street Berakhir Lebih Rendah Karena Kebijakan Trump
A
A
A
NEW YORK - Pasar saham Amerika Serikat alias Wall Street pada penutupan perdagangan Senin (23/1) waktu AS berakhir lebih rendah, karena investor masih mencari rincian lebih lanjut mengenai kebijakan Presiden Donald Trump.
Melansir dari CNBC, Selasa (24/1/2017), indeks Dow Jones Industrial Average turun 27,40 poin atau 0,14% ke level 19.799,85. Dow Jones berakhir rendah karena Boeing dan McDonald mengalami kerugian. Alhasil indeks Dow Jones telah ditutup lebih rendah dalam enam dari tujuh sesi terakhir.
S & P 500 turun 6,11 poin atau 0,27% ke posisi 2.265,20, karena enam sektor energi terkemuka lebih rendah. Dan indeks komposit Nasdaq tergelincir 2,39 poin atau 0,04% ke posisi 5.552,94.
Sekitar lima saham menguat untuk setiap empat saham yang turun di Bursa Efek New York, dengan volume pertukaran 754.700.000 dan volume komposit 3,11 miliar pada penutupan.
Mike Bailey, direktur penelitian di FBB Capital Partners, mengatakan Wall Street berakhir lemah karena faktor ketidakpastian pada proposal kebijakan Trump. "Saya pikir kita akan melihat beberapa kebijakan sampai pasar terbiasa dengan gaya komunikasi presiden baru ini."
Sementara itu, Kepala Ekonom Pasar di First Standard Financial, Peter Cardillo mengatakan bahwa investor cemas atas kebijakan Trump dan berharap Trump segera cepat bergerak merealisasi janji-janji kampanyenya, terutama mengurangi pengangguran.
Adapun Robert Pavlik, kepala strategi pasar di Boston Private Wealth, menyebut perlambatan Wall Street dimulai pada Jumat dengan komentar Trump. Pidato pengukuhan Presiden Trump yang berisi retorika proteksionis membuat pasar menjadi melambat pada awal pekan.
Melansir dari CNBC, Selasa (24/1/2017), indeks Dow Jones Industrial Average turun 27,40 poin atau 0,14% ke level 19.799,85. Dow Jones berakhir rendah karena Boeing dan McDonald mengalami kerugian. Alhasil indeks Dow Jones telah ditutup lebih rendah dalam enam dari tujuh sesi terakhir.
S & P 500 turun 6,11 poin atau 0,27% ke posisi 2.265,20, karena enam sektor energi terkemuka lebih rendah. Dan indeks komposit Nasdaq tergelincir 2,39 poin atau 0,04% ke posisi 5.552,94.
Sekitar lima saham menguat untuk setiap empat saham yang turun di Bursa Efek New York, dengan volume pertukaran 754.700.000 dan volume komposit 3,11 miliar pada penutupan.
Mike Bailey, direktur penelitian di FBB Capital Partners, mengatakan Wall Street berakhir lemah karena faktor ketidakpastian pada proposal kebijakan Trump. "Saya pikir kita akan melihat beberapa kebijakan sampai pasar terbiasa dengan gaya komunikasi presiden baru ini."
Sementara itu, Kepala Ekonom Pasar di First Standard Financial, Peter Cardillo mengatakan bahwa investor cemas atas kebijakan Trump dan berharap Trump segera cepat bergerak merealisasi janji-janji kampanyenya, terutama mengurangi pengangguran.
Adapun Robert Pavlik, kepala strategi pasar di Boston Private Wealth, menyebut perlambatan Wall Street dimulai pada Jumat dengan komentar Trump. Pidato pengukuhan Presiden Trump yang berisi retorika proteksionis membuat pasar menjadi melambat pada awal pekan.
(ven)
Lihat Juga :